Selasa, 27 September 2022

Kaji Ulang PLTA Telun Berasap

Rabu, 10 Februari 2021 | 13:59:58 WIB


Obyek wisata Kerinci Air Terjun Telun Berasap
Obyek wisata Kerinci Air Terjun Telun Berasap / istimewa

KERINCI- Penolakan terhadap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh, Kerinci, terus bergulir. Para aktivis meminta Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi mengkaji ulang dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) yang diajukan oleh PT Salsabila Hydro Energy (PT Salsabila).

Akitivis lingkungan Yose Hendra sangat menyayangkan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Provinsi Jambi memberi izin pembangunan PLTA yang akan merusak obyek wisata andalan Kerinci, bahkan Provinsi Jambi. "Banyak dampak obyek wisata ini terhadap ekonomi masyarakat sekitar," kata pria yang biasa disapa Chua ini, Selasa (9/2/2021).

Direktur Yayasan Bumi Selter Tujuh ini mengatakan, Air Terjun Telun Berasap merupakan ikon pariwisata Kerinci selain danau dan gunung. “Kalau debit airnya berkurang, otomatis akan mengurangi daya tarik obyek wisata yang selalu dibanggakan masyarakat Kerinci khususnya dan Provinsi Jambi umumnya," tambah Yose.

Rencana pembangunan PLTA di Telun Berasap oleh PT Salsabila akan mengurangi debit air dalam jumlah signifikan. Dari kajian ANDAL diketahui, PT Salsabila akan membangun dam di bagian atas air terjun, lalu mengalihkannya ke pipa besar untuk menggerakkan dua turbin pembangkit listrik 16 megawatt (MW).

Air yang dialihkan ke turbin itu akan masuk kembali ke Sungai Batang Sangir di bagian bawah air terjun. Saat beroperasi, PLTA itu akan menyedot debit air sebanyak 11 meter kubik per detik untuk menggerakkan dua turbin tersebut.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments