Kamis, 21 Oktober 2021

Batanghari Tiga Kali Protes, Dinkes Merangin Telusuri Data Covid-19 di Kecamatan

Kamis, 04 Maret 2021 | 11:17:45 WIB


Juru bicara Satgas Covid-19 Batanghari dr Elfie Yenni
Juru bicara Satgas Covid-19 Batanghari dr Elfie Yenni / istimewa

Sebelumnya, angka pasien Covid-19 ini membuat Bupati Merangin Al Haris protes. “Saya protes, kok tiba-tiba di Merangin yang meninggal dunia akibat Covid-19 berjumlah 17 orang. Kalo saya hitung (hanya) ada 6 atau 7 paling banyak. Dari mana sumbernya?”tanya Haris, Selasa (2/3) lalu.

Dengan angka tersebut, kata Haris, status Merangin masih masuk zona oranye. Semestinya, menurut dia, daerahnya sudah hijau. Karena itu, Haris memerintahkan Satgas Covid-19 Merangin melacak kembali, agar tidak ada perbedaan data.

Kemungkinan, lanjut Haris, ada warga Merangin yang wafat di Jambi dengan status terakhir terkonfirmasi Covid-19, lalu dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Namun, lanjut dia, datanya tidak sampai ke Satgas Merangin.

“Kita kelabakan, sampai-sampai pasien ke 17 ini kita tidak tahu tinggal dimana, bingung kita,” tambah bupati dua periode ini.

Atas pernyataan Bupati, Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin mengaku belum memiliki data by name by address. “Kita belum tahu by name by address-nya karena rilisnya dari provinsi, termasuk satu pasien yang ke 17 itu," kata Kadinkes Merangin Abdaie di ruang kerjanya, Rabu (3/3/2021).

Namun, kata dia, Dinkes saat ini sedang mendata per kecamatan atau per puskesmas. “Nanti kita akan data penguburannya dimana, meninggalnya dimana. Itu yang diminta Pak Bupati kemaren," jelas Abdaie lagi.


Penulis: Chy/Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments