Senin, 21 Juni 2021

Pemkab Kerinci Akhirnya Serahkan Seluruh Sisa Aset Pada Pemkot Sungai Penuh

Kamis, 15 April 2021 | 20:43:11 WIB


Bupati Kerinci Adirozal bersama Walikota Sungai Penuh Asafi Jaya Bakri meneken kesepakatan penyerahan sisa aset Pemkab Kerinci kepada Pemkot Sungai Penuh
Bupati Kerinci Adirozal bersama Walikota Sungai Penuh Asafi Jaya Bakri meneken kesepakatan penyerahan sisa aset Pemkab Kerinci kepada Pemkot Sungai Penuh / Metrojambi.com

SUNGAI PENUH - Setelah memakan waktu lebih kurang 13 tahun, permasalahan aset antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh akhirnya tuntas.

Bertempat di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (15/4/2021), Bupati Kerinci Adirozal telah bersedia menyerahkan seluruh sisa aset Pemkab Kerinci yang produktif maupun yang tidak produktif kepada Pemkot Sungai Penuh.

Penyerahan sisa aset ini dituangkan dalam berita acara penyerahan yang ditandatangani oleh Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh, dihadapan Gubernur Jambi, Deputi Korsum Koordinasi dan Super Visi KPK RI, Direktur OTDA Kemendagri.

Baca juga : Difasilitasi KPK, Ini Aset yang Diserahkan Pemkab Kerinci ke Pemkot Sungai Penuh

Wakil Walikota Sungai Penuh Zulhelmi mengatakan, permasalahan aset antara kedua daerah memang sudah berlarut-larut. Namun ia bersyukur permasalahan tersebut sudah bisa diselesaikan.

"Sisa aset yang diserahkan hari ini disesuaikan dengan hasil ferivikasi aset yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Jambi dan hasil ferivikasi Inspektorat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh," kata Zulhelmi.

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Asafri Jaya Bakri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan tim P3D Kota Sungai Penuh yang selama ini bersusah payah berjuang menyelesaikan penyerahan sisa aset Pemerintah Kabupaten Kerinci kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Sementara itu, dalam berita acara Pemkab Kerinci masih bisa pinjam pakai kantor, menunggu penyelesaian pembangunan kantor Bupati Kerinci di Bukit Tengah, Siulak Mukai selesai dibangun.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments