Selasa, 30 November 2021

Bansos Covid Bermasalah

Habiskan Rp 29,5 M, Data Amburadul, Penyaluran Tak Tepat Sasaran

Senin, 31 Mei 2021 | 09:23:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / istimewa


Arief tidak menampik ada sembako yang tidak tersalurkan. “Banyak yang tidak tersalurkan, banyak sekali,” katanya. Salah satu penyebabnya, penerima tidak ditemukan atau berpindah. Ada pula NIK ganda, ada juga yang tidak mau menerima karena sudah dapat bantuan lain.

Sebagian paket tersebut disalurkan ke panti asuhan, kalangan veteran dan pesantren. Katanya, penyaluran tersebut dilakukan berdasarkan usulan yang masuk ke Gubernur. “Semuanya juga berdasarkan usulan kabupaten dan kota," jelas Arief.

Dia juga mengakui banyaknya paket sembako yang tidak tersalurkan dan menumpuk di Kantor Pos. “Benar, ada pada PT Pos dan sudah dilaporkan kepada Gubernur," pungkasnya.

Manager Penjualan, Kurir dan Logistik Kantor Pos Jambi Yuli Susanti mengatakan, bansos sembako yang dikembalikan tidaklah banyak. “Setahu dan seingat saya tidak banyak. Karena waktu itu ada penyaluran susulan juga,” katanya.

Lagian, lanjut dia, ada perpanjangan waktu yang diberikan pihak Dinas Sosdukcapil untuk menyalurkan sembako tersebut. Yuli mengatakan, penyaluran bantuan sembako Provinsi Jambi cukup sukses. “Pencapaiannya di atas 90 persen," jelasnya.

Sedangkan terkait bantuan tunai, auditor BPK mencatat temuan sebanyak 504 wesel yang tidak dicetak namun tetap dibayarkan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Sosdukcapil. Sehingga terdapat kelebihan bayar kepada Kantor Pos sebesar Rp146 juta.

Ditanya soal informasi ini, Yuli menampik. Katanya, wesel tidak mungkin tidak dicetak. “Itu tidak mungkin karena Kantor Pos bekerja berdasarkan surat perintah kerja. Apa yang diperintahkan pihak Provinsi, itulah yang dilakukan,” katanya.

Ada pula  sisa wesel yang belum dicairkan hingga habis batas waktu, padahal Dinas Sosdukcapil telah membayar ke Kantor Pos dengan jumlah Rp1,2 miliar. Soal ini, Yuli menyarankan untuk menanyakan langsung ke bagian penanggung jawab wesel.


Penulis: chy/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments