Selasa, 30 November 2021

Banyak Hewan Mati Mendadak, DLH Tebo: Bisa Karena Virus atau Pencemaran Air Sungai

Selasa, 08 Juni 2021 | 11:02:58 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

MUARATEBO – Warga Kecamatan Sumay dan Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, khususnya SAD (Suku Anak Dalam), dihebohkan dengan fenomena banyaknya hewan yang mati mendadak di hutan.

Akibatnya, sebagian warga SAD yang bermukim di kawasan tersebut khawatir mengkonsumsi hewan yang biasa menjadi buruan mereka.

Ratusan hewan liar yang ditemukan mati mendadak tersebut diantaranya jenis kijang, rusa dan babi hutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tebo, Eko Putra mengatakan, pihaknya juga baru mendapat informasi kejadian tersebut.

Untuk itu, pihaknya akan mencari tahu penyebab banyaknya hewan mati di kawasan tinggal Masyarakat Hukum Adat SAD Kelompok Temenggung Apung yang berada di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo.

"Saya baru dapat laporan terkait informasi itu. Tapi kita akan langsung turun untuk mencari tahu kebenarannya, dan mencari penyebab kematian hewan itu," ujar Eko, Selasa (8/6).

Menurut Eko, banyak penyebab kematian hewan liar di dalam hutan. Pihaknya juga akan mengecek ke lokasi dan mengambil sampel untuk mengetahui apakah kematian hewan-hewan itu karena virus atau pencemaran air sungai.

"Bisa karena penyakit ataupun karena pencemaran air sungai dari limbah perusahaan, kita belum bisa memastikan," kata Eko.

Eko menyebutkan, hingga kini pihaknya juga belum menerima laporan resmi dari masyarakat setempat. "Kami kan baru dapat infonya dari teman-teman, belum ada laporan masyarakat di lokasi. Tapi, dengan adanya informasi ini kami akan turun untuk mengeceknya," katanya.

Sebelumnya kelompok SAD Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Tebo, khawatir setelah menemukan banyaknya hewan buruan mati di dalam hutan.

Ratusan hewan itu banyak ditemukan di Sungai Landai, Sungai Pedeman, Sungai Manggatal, Sungai Sekalo dan sungai-sungai lainnya.

Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) Tebo, Ahmad Firdaus membenarkan, banyak hewan liar ditemukan mati tanpa sebab di dalam hutan, terutama dipinggiran aliran sungai.

Menurutnya, kondisi ini dapat mengancam pasokan makanan warga SAD di bawah pendampingan ORIK ini.

"Mereka saat ini khawatir, karena takut hewan yang mati itu karena diracun, sehingga nanti bisa mengancam mereka juga ketika mengkonsumsi hewan itu," ucap Firdaus.

Ia berharap pihak terkait segera mencari penyebab kejadian tersebut. "Harus dicari dulu sebabnya dan apa yang sebenarnya terjadi. Kami minta instansi terkait turun ke lokasi," kata Firdaus.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments