Jumat, 30 Juli 2021

Polres Muarojambi Berdayakan Nelayan Jaga Kanal dan Cegah Karhutla

Minggu, 20 Juni 2021 | 13:27:59 WIB


Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja saat melihat keramba ikan para nelayan yang menjaga kanal dari aksi pembalakan liar dan para pelaku karhutla diharapkan Desa Betung, Kumpeh Kabupaten Muarojambi
Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja saat melihat keramba ikan para nelayan yang menjaga kanal dari aksi pembalakan liar dan para pelaku karhutla diharapkan Desa Betung, Kumpeh Kabupaten Muarojambi / ANTARA/Nanang Mairiadi

JAMBI - Polres Muarojambi memberdayakan para nelayan dan warga di Desa Betung, Kecamatan Kumpeh untuk membantu satgas gabungan dalam menjaga kanal dan aksi pembalakan liar serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kita bersama nelayan warga Desa Betung telah berkoordinasi untuk bersama menjaga kanal dan sekaligus apabila ada aksi ilegal logging atau pembalakan liar serta pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla), agar dicegah dan segera dilaporkan ke polisi atau tim Satgas karhutla di daerah terdekat," kata Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja, Minggu (20/6).

Untuk menjalani kerjasama tersebut, pihak kepolisian selalu berkoordinasi dengan kepala desa atau perwakilannya, untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kanal dan aksi pelaku illegal logging yang memanfaatkan kanal untuk mengeluarkan kayu hasil jarahannya dari dalam hutan.

"Saya berharap apabila ada informasi awal dari lokasi kanal tempat para nelayan mencari ikan melihat aksi pembalakan liar atau pelaku karhutla diharapkan bisa segera melaporkan ke posko terdekat dan mereka akan menjadi agen kami," kata Yuyan.

Mantan Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jambi itu menambahkan, Kapolda Jambi juga telah memberikan bantuan keramba sebanyak 17 unit berserta bibit ikannya, dan kemungkinan akan ditambah lagi untuk memperdayakan warga supaya bisa menjadi agen di lapangan agar bisa mengantisipasi karhutla dan illegal logging.

"Pihak kepolisian akan menambah lagi keramba dan sekaligus bibit ikannya untuk membantu para nelayan agar mereka, selain mencari ikan, juga bisa berbudidaya ikan, seperti lele dan toman di keramba tersebut," ujar Yuyan.

Lebih lanjut, Yuyan berjanji dalam waktu dekat segera merealisasikan keramba ikan tambahan tersebut di kawasan kanal Desa Betung sehingga para nelayan bisa terbantu dan diharapkan mereka juga membantu polisi mencegah aksi karhutla dan illegal logging di daerah tersebut.

"Saya bersama tim mengunjungi Posko karhutla yang berada di KM 8 yang siaga terkait adanya patroli karhutla dan termasuk juga ilegal logging," kata Yuyan.

Dari hasil pengecekan sekat kanal tersebut air cukup tertampung secara maksimal. Namun kita lihat juga tadi ketinggian air di KM 6 sebelum DAM itu ada 3,5 meter lebih sedangkan setelah perbaikkan kanal maka ketinggian air di kanal sehingga 4,5 meter jadi selisih satu meter.

"Ini menunjukkan masih stabil, kita tanya juga kepada nelayan hanya turun sedikiit mudah mudahan dengan masih ada curah hujan lagi dan kita dapat mempertahankan tinggi muka air sehingga lahan gambut yang ada sesuai perintah Pak Kapolda untuk tetap menjaga tinggi muka air masih tetap terjaga," kata Yuyan.

Sementara itu, Kepala Desa Betung, Kecamatan Kumpeh, M Rifai mengatakan, kalau bagi nelayan yang sebagian besar warganya itu mengakui adanya program pemerintah mengena sekat kanal ini Alhamdulillah sangat bermanfaat terutama untuk transportasi air mereka dan mencari ikan.

"Selama ini sebelum dilakukan sekat kanal, para nelayan kesulitan mencari ikan dikarenakan airnya yang surut terutama di kawasan PT Pesona Indah Belantara (PIB), namun saat ini dengan adanya sekat kanal inisiasi dari Pak Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, para nelayan tidak kesulita9n mencari ikan di kanal tersebut," katanya.

Selama ini, apabila musim kemarau tiba air disini kering, kadang mereka itu untuk masuk ke lokasi kanal lainnya maka perahu mereka harus diangkat untuk bisa berpindah ke kanal lainnya, namun kini karena debit airnya di atas empat meter maka para nelayan cukup terbantu.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara


comments