Kamis, 21 Oktober 2021

Provinsi Jambi Cegah Dini Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 20 Juli 2021 | 09:08:33 WIB


Gubernur Jambi memimpin rapat kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/7/2021). Provinsi jambi melakukan tindakan cegah dini kebakaran hutan dan lahan
Gubernur Jambi memimpin rapat kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Gubernur Jambi, Senin (19/7/2021). Provinsi jambi melakukan tindakan cegah dini kebakaran hutan dan lahan / Antara/Muhamad Hanapi

 JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi melakukan tindakan-tindakan pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan kepala daerah di wilayah setempat.

"Saat ini sudah memasuki musim kemarau, tindakan cegah dini Karhutla penting dilakukan. Ini agar di wilayah kita tahun sekarang tidak terulang kejadian Karhutla," kata Gubernur Jambi Al Haris, Senin (19/7).

Dijelaskan, Pemerintah Provinsi telah menaikkan status siaga darurat Karhutla melalui keputusan Gubernur Jambi Nomor 220/KEP.GUB/BPBD 2021 tentang penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan tahun 2021.

Dengan telah ditetapkannya status siaga darurat tersebut, upaya pencegahan dan antisipasi terhadap ancaman bencana Karhutla harus segera dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Karhutla Jambi.

"Cegah dini penting dilakukan agar tidak terjadi Karhutla, Gubernur, bupati dan wali kota harus menyusun rencana kontijensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan," kata Al Haris.

Di Provinsi Jambi terdapat delapan kabupaten, 70 kecamatan dan 258 desa yang rawan terhadap bencana Karhutla. Kabupaten yang wilayahnya masuk dalam daerah rawan Karhutla diminta untuk segera melaksanakan langkah-langkah antisipasi dan persiapan.

Baik dari segi personel maupun peralatan dalam upaya mewujudkan Jambi bebas asap tahun 2021.

Pada tahun 2019 ratusan hektare lahan di wilayah Provinsi Jambi terjadi Karhutla. Sebagian besar yang terbakar merupakan lahan gambut yang berada di Kabupaten Tanjab Timur, Muarojambi dan Tanjab Barat.

Pada tahun itu Provinsi Jambi disebut sebagai penyumbang asap terbesar terhadap kabut asap yang terjadi di negara tetangga Singapura. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur Jambi melakukan rapat koordinasi bersama bupati, Kapolda, Danrem dan pihak-pihak terkait di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi pada Senin (19/7/2021).

"Kita tidak ingin Jambi dikatakan sebagai penyumbang kabut asap terbesar, maka dari itu cegah dini perlu dilakukan," kata Al Haris.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments