Selasa, 30 November 2021

Direktur PT Kharisma Kemingking Berdamai dengan Ayong

Jumat, 03 September 2021 | 11:57:44 WIB


Sidang kasus perusakan lahan dengan terdakwa Direktur PT Kharisma Kemingking, Chairil Anwar
Sidang kasus perusakan lahan dengan terdakwa Direktur PT Kharisma Kemingking, Chairil Anwar / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Perseteruan antara Direktur PT Kharisma Kemingking, Chairil Anwar dengan pengusaha Tanoto Jakobes alias Ayong akhirnya berakhir damai.

Perdamaian antara kedua belah pihak dilakukan di Pengadilan Negeri Jambi, disela-sela sidang lanjutan kasus perusakan lahan dengan terdakwa Chairil Anwar, Kamis (2/9).

Tidak hanya secara lisan, perdamaian antara Chairil Anwar dan Ayong juga dituangkan dalam akta perdamaian yang ditandatangani di depan majelis hakim PN Jambi yang diketuai oleh Syafrizal.

Meski Chairil Anwar sudah berdamai dengan Ayong selaku pihak korban, namun proses hukum terus berlanjut. Perdamaian tersebut akan dijadikan pertimbangan dalam persidangan.

"Ini adalah restoratif justice dari pengadilan, yaitu tujuan keadilan itu adalah perdamaian. Memang dari awal ingin semuanya bisa melakukan kegiatan bisnis seperti biasa,” kata Hasbullah selaku penasehat hukum Chairil Anwar usai sidang.

Menurut Hasbullah, perdamaian bisa tercapai atas atas keterbukaan Chairil yang menurutnya sudah cukup menderita selama menjalani proses hukum hingga ditahan selama empat bulan terakhir. Selain itu, dalam persidangan Chairil Anwar juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada Ayong.

Lebih lanjut, Hasbullah mengatakan dalam akta perjanjian damai tertuang proses bisnis dan penjualan saham dengan diberikan 62 sporadik murni milik Ayong. Begitu pula lima sporadik yang tidak diserahkan, menjadi milik Chairil Anwar.

“Semua pihak punya legal standing masing-masing dan punya kedudukan masing-masing, dan tidak menggangu satu sama lain dan menutup perkara ini. Namun, karena ini perkara pidana, maka tetap dilanjutkan sampai putusan, karena bukan perdata,” tegasnya.

Sementara Chairil Anwar mengaku bersalah dan menyesali perbuatannya karena tidak menyampaikan letak lokasi 62 sporadik kepada pihak PT WIN, yakni Tanoto Jacobes.

“Benar, Yang Mulia. Saya tidak menunjukkan lokasi 62 sporadik itu. Saya mengaku salah dan menyesal. Untuk itu saya bersedia menyampaikan permohoan maaf saya kepada pak Ayong,” kata Chairil di persidangan.

Ayong pun mengatakan bersedia menerima dan memaafkan Chairil Anwar. “Yang penting semua damai, masing-masing pihak tidak saling tuntut lagi, saya terima Yang mulia,” kata Ayong dalam persidangan yang sama.


Penulis: ria
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments