Kamis, 21 Oktober 2021

Dewan Soroti Realisasi Anggaran Covid-19 Tak Maksimal

Senin, 13 September 2021 | 10:58:26 WIB


Wakil Ketua II DPRD Tebo, Syamsu Rizal
Wakil Ketua II DPRD Tebo, Syamsu Rizal / istimewa

MUARATEBO - DPRD Kabupaten Tebo menyoroti realisasi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 42 miliar yang masih rendah.  Anggaran yang dikelola Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sepertinya tidak digunakan dengan maksimal.

Wakil Ketua II DPRD Tebo, Syamsu Rizal mengatakan, paling besar anggaran tersebut dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebo dan paling rendah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tebo.

Sedangkan, untuk Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) tidak mendapatkan alokasi dana sama sekali.

"Jika tidak mampu mengelola dana itu, tahun depan dipastikan tidak akan dianggarkan lagi," ungkap Syamsu Rizal.

Dikatakannya, bantuan untuk pasien terkonfirmasi positif yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, seperti obat obatan dan vitamin, pihak terkait hanya mencatat pengeluaran. Namun, realisasinya tidak ada.

"Padahal pasien isoman sangat membutuhkannya. Untuk apa hanya dicatat saja namun tidak diberikan bantuan seperti vitamin dan obat-obatan," tegasnya.

Bukan hanya itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas sebagai pemulasaran jenazah juga tidak mendapatkan dana dari anggaran Covid-19. Padahal, mereka membantu proses pemakaman baik siang maupun malam.

"Bayangkan petugas pemakaman pasien positif Covid yang meninggal, tidak mendapatkan bayaran, sedangkan dia bekerja siang dan malam. Ini kan jadi tanda tanya kenapa, sedangkan anggarannya ada," ucapnya.

Kemudian untuk pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Taha Saipuddin Tebo, mengalami penurunan mencapai 50 persen.

"Kami menerima laporan dari pihak RSUD Tebo, pasien non Covid yang berobat menurun sampai 50 persen. Secara otomatis jika pasien berkurang tentu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) akan dirugikan," katanya.


Penulis: Suci
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments