Sabtu, 23 Oktober 2021

Masih Ada Bau Gas di Lokasi Sumur Minyak Ilegal, Kapolda Minta Petugas Waspada

Selasa, 21 September 2021 | 14:41:55 WIB


Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo pada Senin (20/9) sore meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tepatnya di wilayah Konsesi PT AAS, yang disebabkan ledakan dari sumur minyak ilegal.
Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo pada Senin (20/9) sore meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tepatnya di wilayah Konsesi PT AAS, yang disebabkan ledakan dari sumur minyak ilegal. / Novri/Metrojambi.com

JAMBI - Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo pada Senin (20/9) sore meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tepatnya di wilayah Konsesi PT AAS, yang disebabkan ledakan dari sumur minyak ilegal.

Berangkat dengan menggunakan helikopter milik BPBD, Kapolda Jambi didampingi Karo Ops Kombes Pol Feri Handoko, Direktur Reskrimsus Kombes Pol Dany Sigit Setiyono, dan Kpala BPBD Bachyuni Deliansyah.

Baca juga : Seorang Oknum Polisi Diamankan Terkait Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Areal PT AAS

Sesampainya di lokasi, Kapolda Jambi beserta rombongan disambut oleh perwakilan PT. AAS dan Kapolsek Bajubang, dan dibawa melihat langsung proses pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh tim gabungan. Pemadaman juga dilakukan dengan water bombing menggunakan helikopter milik BPBD.

Kepada petugas di lapangan yang melakukan pemadaman, Kapolda mengingatkan untuk tidak memaksakan diri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Saya dapat informasi bahwa saat ini masih ada bau gas. Jadi olong diingatkan kepada sopir alat berat dan personel yang ada di dalam bahwa keamanan dan keselamatan adalah yang utama," kata Kapolda.

Baca juga :  Api di PT AAS Masih Berkobar, Satgas Karhutla Minta Bantuan Kementerian ESDM

Dalam peninjauannya itu, Kapolda juga sempat berkeliling menggunakan helikopter untuk melihat dimana posisi jalur terdekat menuju ke lokasi.

"Jadi nanti pakai alat berat, kita kasih perimeter, jadi pada pelaksanaannya. Ingat betul, jangan sampai membahayakan jiwa petugas," ujarnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments