Selasa, 30 November 2021

Mas Menteri: Kembalikan Siswa ke Sekolah

Rabu, 22 September 2021 | 07:07:25 WIB


Mendikbud Ristek Nadiem Makarim meninjau vaksimasi siswa di Korem 042/Gapu Jambi, Selasa (21/9)
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim meninjau vaksimasi siswa di Korem 042/Gapu Jambi, Selasa (21/9) / Metrojambi.com

 JAMBI - Menteri Dikbud Ristekdikti Nadiem Anwar Makarim meminta para peserta didik di Provinsi Jambi kembali belajar di sekolah. Pemerintah Provinsi Jambi sedang mengkaji kemungkinan memberlakukan pembelajaran tatap muka di akhir September atau awal Oktober nanti.

“Yang terpenting sekarang anak-anak kembali ke sekolah. Kita harus mengakselerasi anak-anak untuk tatap muka dengan protokol kesehatan, dari PAUD sampai perguruan tinggi,” ujar Nadiem saat meninjau vaksinasi di Makorem 042/Garuda Putih, kawasan Telanaipura, Jambi.

Menurut pria yang biasa disapa Mas Menteri ini, untuk daerah dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level I hingga III, Presiden Jokowi meminta sekolah segera melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Kehadirannya di Jambi, kata Nadiem, antara lain juga untuk memantau capaian vaksinasi di kalangan pendidikan yang menjadi fokus Kemendikbud. Katanya, vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan didorong untuk mempercepat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Saya memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan Wali Kota yang telah mendorong vaksinasi di Jambi, sehingga anak-anak bisa kembali ke sekolah,” ucap Nadiem.

Berdasarkan peta risiko Covid-19 per 12 September 2021, tinggal satu daerah di Provinsi Jambi yang masih zona oranye atau masuk kategori risiko sedang, yakni Kota Jambi. Selebihnya, masuk ke dalam zona kuning atau kategori risiko rendah.

Program percepatan vaksinasi menargetkan 10.000 pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, maupun warga sekitar sekolah di Kota Jambi dan Muarojambi. Kegiatan berlangsung selama lima hari, 20-24 September 2021.

Setiap hari, tenaga medis dari Korem 042 Garuda Putih menyuntikkan vaksin kepada dua ribu orang.

Nadiem menyampaikan, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB)  Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan pembelajaran di masa pandemi, sekolah yang tenaga pendidiknya sudah vaksinasi lengkap wajib melaksanakan tatap muka terbatas.

“Walaupun anak di bawah 12 tahun belum bisa divaksin. Tapi, sebenarnya mereka yang sangat membutuhkan tatap muka,” sebutnya.

Menurut pendiri Gojek ini, Kemenkes juga sudah meminta penyelesaian vaksinasi bagi kalangan pendidikan seluruh Indonesia. “Jadi, tolong vaksinasi mengejar PTM, bukan PTM yang mengejar vaksinasi,” ujar Mendikbud.

Nadiem menyatakan bahwa dalam waktu dekat PAUD dan SD sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah. “Marilah kita kembalikan anak ke sekolah, agar kita tidak mengalami generation loss yang bisa berdampak permanen. Salam merdeka belajar,” pungkas Nadiem.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bukri menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan asesmen terhadap SMA dan SMK. 

“Kemungkinan setelah asesmen, sekolah langsung dibuka. Mungkin minggu depan sudah bisa belajar tatap muka di sekolah,” kata Bukri.

Menurut dia, bila guru-guru dan siswa sudah divaksin maka pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah bisa berjalan dengan aman. Karena itu, Bukri mendorong siswa dan guru untuk mengikuti vaksinasi.

Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengatakan bahwa PTM di Kota Jambi direncanakan akan dimulai pada awal Oktober. “Kita sudah pengalaman untuk itu, dengan menjaga stabilitas ruangan. Syaratnya, guru harus sudah divaksin, begitu juga siswanya,” ujarnya.

Kepala SMK 1 Kota Jambi Sepriadi  Erman menyebutkan, 80 persen tenaga didik di sekolahnya telah divaksin. Hanya saja, pihaknya belum menerima instruksi tatap muka di sekolah.

“Kalau kita kembali kepada kebijakan, layak atau tidak melaksanakan PTM, kita masih level IV sampai tanggal 22 September. Kita mengikuti saja,” ujarnya.

Fatriyanto, guru SMAN13 Jambi mengemukakan bahwa vaksinasi sangat diperlukan agar PTM terbatas bisa berjalan. Katanya, siswa belajar di sekolah lebih efektif daripada daring.

“Termasuk penilaian juga, lebih obyektif kalau bisa bertemu langsung dengan siswa,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Raflizar menyatakan bahwa pihaknya manargetkan vaksinasi terhadap 364 ribu siswa sekolah usia 12-17 tahun. Capaiannya baru sekitar 8,81 persen atau 32.094 untuk dosis pertama dan 6,82 persen atau 24.838 orang untuk dosis lengkap.

Untuk mempercepat capaian target itu, kata dia, pemerintah terus melakukan gerakan vaksinasi serentak di kabupaten dan kota. “Dengan pelaksanaan PTM nantinya, usia 12-17 tahun juga dapat divaksin Covid-19 di sekolah,” kata dia.


Penulis: chy/nta
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments