Kamis, 21 Oktober 2021

Bantah Tinggalkan Khafid, Haris: Saya Sebenarnya Ingin Diusung PDIP, Tapi...

Kamis, 14 Desember 2017 | 12:33:33 WIB


Al Haris
Al Haris / metrojambi.com

BANGKO - Pasangan Al Haris-Khafid Moein (Harkad) tidak berjodoh di Pilkada Merangin 2018. Padahal, pasangan ini sempat digadang-gadang akan kembali berduet setelah sukses memimpin Merangin pada periode pertama kepemimpinan mereka.

Untuk Pilkada Merangin 2018, Haris sudah memutuskan untuk menggandeng Mashuri, ketua PKJM yang juga mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin. Sementara itu Khafid, telah dipinang Nalim sebagai pendamping.

Berbagai kabar berhembus setelah pasangan Harkad dipastikan bercerai di Pilkada 2018. Bahkan ada kabar yang menyebutkan jika Haris lah yang meninggalkan Khafid sehingga pasangan ini bubar.

Menanggapi hal ini, Haris dengan tegas mengatakan sebenarnya ia ssmpat berharap untuk bisa kembali berpasangan dengan Khafid, yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuagan (PDIP). Namun dikarenakan tidak adanya kepastian dari PDIP, kata Haris, makanya ia mencari pendamping lain.

"Saya sebenarnya ingin diusung PDPI kembali. Tapi tidak ada kepastian. Padahal tanggal 2 Desember kami (Haris dan Khafit, red) sudah membentuk wacana dengan komitmen bersama, dan sudah memanggil notaris untuk kesepakatan menanda tangani notaris itu," beber Haris kepada metrojambi.com, Kamis (14/12/2017).

Dikatakan Haris, ia tidak pernah meninggalkan Khafid. Namun Haris mengatakan belakangan ia mulai pesimis karena adanya wacana PDIP akan berkoalisi dengan PAN, yang di Pilkada Merangin memiliki Nalim sebagai kader yang digadang-gadang akan diusung.

"Kalau ada pertanyaan saya meninggalkan beliau (Khafid, red) itu tidak benar, karena beliau tau prosesnya. Jadi tidak bijak bahasanya kalau saya meninggalkan. Kalau beliau terikat dengan politik itu benar ada," pungkas Haris.


Penulis: Andi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments