Kamis, 21 Oktober 2021

Kasus Terbesar di Jambi Pelecehan Seksual Terhadap Anak

Jumat, 15 Desember 2017 | 10:54:17 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI-Dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2017, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jambi  menangani 30 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terbesar adalah kasus kekerasan seksual.

Lutfia, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jambi mengatakan bahwa selama kurun waktu Januari hingga Desember 2017 pihaknya menangani 30 kasus pelecehan seksual terhadap anak.

"Kita menangani 30 kasus pelecehan seksual terhadap anak 28 orang perempuan dan 2 laki-laki laki," katanya.

Menurut dia, jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2016 lalu yakni sebanyak 49 anak yang mengalami kekerasan seksual, dan tertinggi berada di Kota Jambi.

"Kekerasan dibagi menjadi 3: fisik, psikis dan seksual. Namun rata-rata yang ditangani adalah masalah kekerasan seksual terhadap anak," ujarnya.

Banyak faktor yang mempengaruhi kekerasan seksual terhadap anak. Diantaranya, kata dia, adalah media sosial yang menjadi penyumbang terbesar kasus kekerasan seksual terhadap anak. Selain itu juga faktor ekonomi.

Selain itu pihaknya juga memberikan upaya penanganan trauma terhadap anak yang terkena kasus pelecehan seksual. Diantaranya pendampingan terhadap anak korban kekerasan seksual sampai ke jalur hukum.

"Penanganan trauma terhadap anak korban kekerasan seksual Ini harus tuntas kita lakukan karena jika tidak benar cara penanganannya. Kita takutkan setelah dewasa mereka yang akan menjadi seorang predator," ungkapnya.

Selain melakukan pendampingan, pihaknya juga melaksanakan forum temu Puspa yaitu forum pelayanan publik untuk kesejahteraan anak dan perempuan. Dalam forum ini pihaknya berharap bisa memberikan informasi dan edukasi yang baik dan benar kepada anak-anak ataupun keluarga. Bahkan seluruh elemen masyarakat agar terlibat di dalam memberikan edukasi.

"Sebenarnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ini seperti fenomena gunung es ada tetapi tidak terlihat. Makanya kita aktifkan forum Puspa dan Simfoni. Sehingga masalah-masalah kekerasan itu bisa tertangani dengan baik dan melibatkan seluruh  masyarakat yang ada," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sherrin Tharia Zola, Ketua TP PKK Provinsi Jambi. "Forum ini bukan hanya sekedar. Kita buat tapi bagaimana kita menggandeng semua elemen yang ada guna mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan," katanya.

Sherrin juga mengimbau kepada seluruh korban kekerasan anak dan perempuan jangan takut untuk melapor.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments