Kamis, 21 Oktober 2021

Disdik Telusuri Buku yang menyebutkan Yerusalem Ibukota Israel

Minggu, 17 Desember 2017 | 21:26:52 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi mengimbau sekolah lebih jeli dalam menggunakan buku sebelum digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Langkah ini untuk mengantisipasi beredarnya buku Kelas VI SD terbitan Yudhistira tahun 2006 mata pelajaran IPS yang menyebutkan Yerusalem Ibukota Israel, di sekolah-sekolah Kota Jambi.

Menurut Kepala Disdik Kota Jambi, Arman, Yudhistira memang merupakan penerbit nasional yang telah lama berkecimpung di penerbitan buku- buku sekolan se-Indonesia. Begitu halnya sekolah di Kota Jambi.

"Dan tidak menutup kemungkinan buku yang menjadi berita nasional ada di Jambi," katanya.

"Yang menyebutkan Yerusalem Ibukota Israel," ucapnya lagi.

Untuk mengantisipasi buku ini digunakan siswa, dia mengatakan, pihaknya segera menyurati kepala sekolah di Kota Jambi. Tujuannya untuk memastikan buku pelajaran sebelum digunakan siswa di masing-masing sekolah.

"Kita akan buat surat edaran di masing-masing satuan pendidikan di Kota Jambi," katanya.

Terlebih, kata Arman, apakah buku yang digunakan sekolah telah sudah sesuai dengan kurikulum pembelajaran atau belum layak digunakan satuan pendidikan untuk bahan ajar. "Baik dari pembahasan, konten isi buku tersebut," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga melarang kepala sekolah membeli buku pelajaran secara liar atau sembarangan agar menghindari hal- hal yang tidak diinginkan dan merugikan sekolah, terutama siswa.

"Beli buku pelajaran, harus melalui kelompok kerja guru mata pelajaran," katanya.

Arman mengaku, sejauh ini belum ada menerima laporan sekolah yang menemukan buku tersebut, namun pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan buruk hal ini akan terjadi.

"Lebih baik mencegah, dari pada sudah kejadian dan bikin resah masyarakat," ujarnya.

Menurut dia lagi, pihak Kemendikbud kebobolan dengan beredarnya buku yang tidak layak dan tidak sesuai dengan kurikulum pendidikan nasional. Namun hal ini menjadi pelajaran untuk ke depan, sehingga kejadian serupa tidak terjadi. "Gunakan buku harus sesuai kurikulum," katanya.

Selanjutnya ia berharap, kejadian ini tidak menjadi keresahan yang berkepanjangan bagi masyarakat, terutama orangtua siswa yang saat ini dihebohkan dengan pemberitaan nasional.

"Kita akan segera sebarkan surat edaran secepatnya kepada kepala sekolah," katanya.


Penulis: Zainal Abidin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments