Kamis, 21 Oktober 2021

Ngeri... Masuk ke Mesin Penggiling Sawit, Tubuh Miskun Terpotong-potong

Selasa, 19 Desember 2017 | 15:55:24 WIB


Petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di PT KTN 2
Petugas kepolisian saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di PT KTN 2 / Sudir Putra

SENGETI – Nasib tragis dialami Miskun (40), warga RT 15 Desa Muaro Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Selasa (19/12/2017) siang sekira pukul 10.00 WIB, karyawan PT KTN 2 yang berlokasi di Desa Talang duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi itu tewas mengenaskan.

Miskun tewas dengan kondisi tubuh terpotong-potong setelah masuk ke dalam mesin ulir penggilingan kernel sawit yang berada di gudang pabrik Kernal Oil 2 milik PT KTN 2. Namun sejauh ini belum diketahui dengan pasti penyebab hingga tubuh Miskun bisa berada di dalam mesin penggilingan kernel tersebut.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, sebelum ditemukan tewas korban sempat terlihat oleh Yanto, yang merupakan kepala PKO 2, berdiri di atas besi ulir penggilingan kernel. Namun saat itu Yanto tidak curiga terhadap korban, dan langsung masuk ke dalam ruangan lain untuk memperbaiki kompresor yang mengalami kerusakan.

Tidak lama kemudian, Yanto keluar dari ruangan. Saat itulah ia melihat tubuh korban sudah berada di dalam mesin penggilingan kernel. Sembari mematikan pakel listrik, Yanto berteriak minta tolong kepada karyawan lainnya.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian, yang tidak lama kemudian datang ke lokasi kejadian. Jasad korban yang dalam kondisi terpotong-potong kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Raden Mattaher Jambi. Lalu sekira pukul 15.00 WIB, jenazah korban diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Marosebo, Iptu Jalil Sidabutar, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini, kata Jalil, tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Benar, memang ada kecelakaam kejar di perusahaan (PT KTN) di Desa Talang duku. Saat ini sedang dilakukan penyeledikan lebih lanjut,” ujarnya.


Penulis: Sudir Putra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments