Sabtu, 23 Oktober 2021

Polisi Siap Proses Hukum

Senin, 21 Juni 2021 | 09:11:24 WIB


Salah satu bangunan milik PT Reki yang dirusak warga
Salah satu bangunan milik PT Reki yang dirusak warga / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Pasca perusakan dan pembakaran pos serta penculikan dua petugas PT Reki, polisi terkesan pelit bicara. Kanit Pidum Polres Batanghari Ipda Gegar Mahdi yang dihubungi sejak pekan lalu meminta Metro Jambi menghubungi Kasat Reskrim.

Sementara Kasat Reskrim  Iptu Piet Yardi tak kunjung memberikan jawaban. Terpisah, Kepala Biro Ops Polda Jambi Kombes Pol Feri Handoko menyatakan, kondisi di PT Reki sudah kondusif dan akan ada upaya hukum oleh Polres Batanghari.

Hanya saja, dia meminta untuk Metro Jambi mengkonfirmasi langsung Kapolres Batanghari. Ditanya apakah polisi sudah mengamankan pelaku perusakan, pembakaran dan penculikan, Feri menyatakan bahwa aparat baru mengumpulkan bukti dan saksi-saksi. 

Insiden tersebut bermula ketika tim perlindungan hutan (linhut)  PT Reki menemukan alat berat  di Simpang Macan Dalam pada Rabu (16/6). Sempat terjadi perdebatan antara tim linhut dengan tiga penjaga alat berat tersebut, yang berujung kesepakatan membawa keluar alat berat dari areal PT Reki. 

Akan tetapi, sekitar pukul 16.30 WIB manajemen PT Reki mendapatkan kabar dari pos Simpang Macan bahwa telah terjadi  penyerbuan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari RT 36 dan sekitarnya. Pos jaga di gerbang PT Reki di wilayah Jambi itu dibakar.

Warga juga menyandera dua petugas di pos tersebut dan membawa keduanya ke RT 36. 

Tak lama kemudian, giliran pos jaga PT Reki di Sungai Kandang yang dibakar warga. Lalu, sekitar pukul 21.18 WIB diperoleh kabar bahwa pos lainnya yang disebut Pos 51 juga dibakar massa yang diduga berjumlah sekitar 50 orang. 

Akibat aksi massa itu, Pos 51 rata dengan tanah, sedangkan Pos Sungai Kandang hanya tersisa rangka saja. Kondisi Pos Simpang Macan sendiri hancur berantakan karena ditimpa pohon pulai yang diduga sengaja ditebang massa.

Damanik mengatakan, aparat Polres Batanghari tiba di lokasi penyanderaan sekitar pukul 03.00 WIB untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan warga. Dalam negosiasi, warga sempat meminta ganti rugi Rp 450 juta karena atas produksi sawit mereka yang busuk.


Penulis: chy/nov
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments