Jumat, 27 Mei 2022

Pemprov Jambi Dorong Usaha Pertanian dengan Pola Koorporasi

Jumat, 08 Oktober 2021 | 08:45:13 WIB


Lahan pertanian sawah di Kabupaten Batanghari milik Pemerintah Daerah. Provinsi Jambi mendorong usaha pertanian di Jambi dengan pola korporasi
Lahan pertanian sawah di Kabupaten Batanghari milik Pemerintah Daerah. Provinsi Jambi mendorong usaha pertanian di Jambi dengan pola korporasi / Antara/Muhamad Hanapi

 JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi mendorong usaha pertanian di daerah itu dengan pola korporasi seperti "food estate" karena masih minimnya lahan pertanian yang dimiliki oleh petani di daerah itu.

"Kita mendorong pertanian di Jambi dilakukan dengan pola korporasi karena lahan pertanian yang dimiliki petani di Jambi masih sangat minim," kata Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Muktamar Hamdi, Jumat (8/10).

Muktamar Hamdi menjelaskan petani di Provinsi Jambi dihadapkan oleh beberapa permasalahan. Yang pertama masih rendahnya produktivitas lahan pertanian di Jambi. Dimana kepemilikan lahan pertanian oleh petani di Provinsi Jambi tidak lebih dari 0,4 hektar per kepala keluarga.

Maka dari itu salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di dorong dengan pola korporasi. Selain itu juga di dorong untuk melakukan percepatan transformasi ekonomi pertanian dari faktor primer menjadi faktor sekunder.

"Sebagian besar komoditas pertanian di Jambi di ekspor dalam bentuk bahan mentah, perlu di dorong produk hilirisasinya dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi, Primernya bahan mentah di ubah menjadi bahan sekunder yakni bahan setengah jadi atau bahan jadi," kata Muktamar Hamdi.

Selain itu yang masih menjadi permasalahan pertanian di Jambi yakni lemah-nya akses permodalan pasar oleh petani. Pada umumnya petani di Jambi masih merupakan petani tradisional.

Pemerintah Provinsi Jambi turut mendorong petani di daerah itu untuk bisa menggunakan platform digital dalam memasarkan produknya. Serta memanfaatkan teknologi pertanian dalam melakukan usaha pertanian. Karena masih minim-nya inovasi dan penerapan teknologi pertanian.

Pemerintah daerah itu turut menggandeng Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) untuk mendorong penerapan teknologi pertanian agar lebih masif lagi.

"Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktifitas pertanian, sehingga sektor pertanian menjadi pendorong, penopang dan penyokong ekonomi di Jambi," kata Muktamar Hamdi.

Kemudian Pemerintah Provinsi Jambi turut mendorong pengembangan petani milenial. Dengan harapan kaum muda tidak alergi dengan pertanian, namun dapat menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian yang sangat menguntungkan.


Penulis:
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: Antara

TAGS:


comments