Selasa, 30 November 2021

Perketat Siaga Karhutla

Pemerintah Buka Posko, Siapkan Embung, Sumur Bor dan Pemadam Terlatih

Rabu, 03 Maret 2021 | 11:37:23 WIB


Ketua DPRD Edi Purwanto bersama Kapolda pantau kesiapan pencegahan karhutla
Ketua DPRD Edi Purwanto bersama Kapolda pantau kesiapan pencegahan karhutla / istimewa

JAMBI - Sejumlah instansi dan daerah terus memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Belajar dari musim asap 2019, empat daerah tercatat sebagai penyumbang asap terbesar, yakni Muarojambi, Tanjab Timur, Batanghari dan Sarolangun.

Berdasarkan data Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, karhutla pada 2019 mencakup luas 11.736 hektar. Area terluas tercatat di Kabupaten Muarojambi, yakni 4.054 hektar, disusul Tanjab Timur 2.936 hektar, Batanghari 2.906 hektar dan Sarolangun 801 hektar.

Diketahui, setelah 2015, asap tebal melanda Jambi pada 2019 dan turun pada 2020. “Untuk 2021 ini, periode Januari-Februari tercatat sekitar 15,61 hektar yang terbakar, tersebar di Tebo, Bungo, Tanjab Timur, Tanjab Barat, Merangin dan Batanghari," ujar Kasi Kesiapsiagaan BPBD Ade Azizah, Selasa (2/3/2021) siang.

Hanya saja, ada perbedaan data signifikan antara BPBD dan data yang dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dalam website monitoring system karhutla milik KLHK, SiPongi, karhutla Provinsi Jambi pada 2019 mencapai 56.593 hektar dan turun pada 2020 menjadi 1.002 hektar.

Perbedaan data juga terjadi antara BPBD Provinsi Jambi dengan BPBD Kabupaten Batanghari. Menurut BPBD Batanghari, karhutla 2019 di daerah itu seluas 2.190 hektar, lebih kecil dari data BPBD Provinsi yang mencatat 2.906 hektar.


Penulis: rna/chy/eko/nng/mok/nov
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments