Minggu, 2 Oktober 2022

Tim Gabungan Gerebek Gudang PT Ocean Petro Energy

Jumat, 22 Oktober 2021 | 23:44:53 WIB


/ dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Tim gabungan dari Polda Jambi, Denpom II/2 Jambi dan Satpol PP Provinsi Jambi, menggrebek gudang PT Ocean Petro Energy, yang berlomasi di Jalan Abdul Rachman Saleh, Kecamatan Paalmerah, Kota Jambi.

Karo Ops Polda Jambi, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso mengatakan, pihaknya tetap konsisten dan berkomitmen menangani adanya dugaan pengolahan maupun pendistribusian bahan bakar ilegal.

“Yang sifatnya ilegal dan melanggar aturan tentang distribusi bahan balar, niaga bahan bakar, perizinan kita coba untuk dicek. Apakah sesuai dengan izinnya atau ada pelanggaran adminitrasi maupun pidananya,” kata Feri.

Jika memang ditemukan ada bukti-bukti pelanggaran, khususnya PT Ocean Petro Energy, Feri mengatakan pihaknya akan memproses lebih lanjut. “Tidak bisa semua secara langsung. Karena tidak ada tebang pilih. Kalau pun ada yang belum dicek, bukan berarti tidak dilaksanakan. Kita perlahan tapi pasti, tertibkan satu persatu mana kegiatan yang tidak sesuai perizinan,” kata dia.

Disinggung hasil pengecekan di PT Ocean Petro Energy, dirinya menyebutkan telah mengarahkan bagian Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi untuk mencari bukti ada pengoplosan atau tidak.

“Jika memang ada pelanggaran, ini sesuai UU Migas No 22 tahun 2001. Termasuk apakah ada pelanggaran Perda, tadi  (kemarin,red) juga ada Satpol PP. Kalau terbukti baru kita tindak. Sifatnya tidak sporadis maupun masif. Tapi bertahap kita cep satu persatu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi Umar Paruk mengapresias pengecekan yang dilakukan tim gabungan Polda Jambi.

“Karena memang dari awal kita meminta menindak lanjuti masalah ini. Tim terpadu sudah bergerak juga beberapa waktu lalu. Sudah koordinasi, tapi tindakannya agak terlambat. Temuan masih dalam penyelidikan Polda Jambi. Apa yang menjadi alat bukti belum diketahui. Artinya orang yang bertanggung jawab di sini (PT Ocean,red) belum bisa ditemui,” katanya.

Ditanya mengenai rekomendasi dan hasil koordinasi, Paruk mengatakan Tim Terpadu mengeluarkan perintah untuk ditutup.

“Saya sudah terima informasinya, tapi pelaksanaaan belum dilakukan. Rekomedasi kita memang minta disegel dan penindakan terhadap tangki-tangki di dalam. Pihak perusahaan sejauh ini tidak kooperatif,” jelasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Jambi, M Yasir juga mengatakan hal yang sama. Dia menyayangkan dalam 10 x 24 jam belum ada tindakan yang dilakukan Tim Terpadu Kota Jambi.

“Ada kita dengar sama-sama instruksi pak wali waktu paripurna. Memerintahkan 9 OPD untuk menindak PT Ocean, tapi sampai saat ini belum terlihat. Kami sebagai anggota dewan meminta jangan hanya, penegakan Perda tajam ke bawah tumpul ke atas,” kata Yasir.


Penulis: Nita
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments