Selasa, 30 November 2021

Personel TNI Gerebek Aksi Illegal Tapping

Senin, 05 Februari 2018 | 22:02:51 WIB


Anggota Kodim 0419/Tanjab saat menggerebek lokasi illehal tapping, Senin (5/2/2018)
Anggota Kodim 0419/Tanjab saat menggerebek lokasi illehal tapping, Senin (5/2/2018) / Nanang Suratno

MUARASABAK - Anggota Kodim 0419/Tanjab, menggerebek pencurian BBM ilegal (illegal tapping), di PT. PetroChina Ltd. Tepatnya di EL 30 KP 26 Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu, Tanjung Jabung Timur, Senin (5/2/2018).  Sebanyak 3,5 ton BBM minyak mentah hasil curian berhasil diamankan.

Penggerebekan dilakukan setelah anggota Kodim melakukan penyelidikan selama 5 hari. Pada Kamis (1/2) lalu, anggota Kodim mendapatkan informasi akan adanya pencurian minyak. Setelah melakukan kegiatan pengendapan di beberapa titik yang selama ini, dicurigai sebagai lokasi tindakan illegal tapping.

Penyeledikan berhasil dan sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (5/2),  anggota yang melakukan pengendapan di wilayah Pematang Rahim, Mendahara Ulu, anggota melihat 2 unit mobil dan sekitar 4 orang pelaku hendak keluar dari lokasi illegal tapping.

"Tim langsung melakukan penyergapan terhadap para pelaku. Namun, para pelaku berhasil melarikan diri ke arah perkebunan karet milik masyarakat dan barang buktinya ditinggalkan di lokasi tapping," ungkap Dandim  0419/Tanjab, Letkol. Arh. Hary Sassono Utomo.

Dijelaskan Hery, dari penggerebekan ini setidaknya ada 3,5 ton BBM mentah diamankan. Selain itu, tim juga mengamankan 1 unit mobil Suzuki APV dengan nomor polisi F 1063 KW, 1 unit minibus Daihatsu Luxio dengan Nomor Polisi BH 1664 AM  dan 1 unit Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z dengan Nomor Polisi BH 5182 MS.

"Untuk pelaku berdasarkan yang dilihat tim dilapangan ada 4 orang. Kita sudah koordinasi dengan Polres terkait hal ini. Dan kita serahkan proses hukumnya kepada Polres. Namun, kita tetap bersama-sama untuk mengungkap pelaku yang melarikan diri," jelasnya.

Hary menduga, pelaku yang melarikan diri merupakan pemain lama. Hal itu dapat dilihat dari cara kerja yang dilakukan pelaku di lapangan.

Pelaku melakukan pengeboran di jalur pipa yang ada. Bahkan mereka telah memasang keran di lokasi. Artinya, jika tidak dilakukan tindakan, pelaku akan berulang kali melakukan pencurian dilokasi tersebut.

"Ini sepertinya spesialis dan pemain lama, itu dapat dilihat dari cara kerjanya," katanya.


Penulis: Nanang Suratno
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments