Minggu, 23 Januari 2022

Mantan PNS Terlibat Pencurian Buku Nikah

Senin, 15 November 2021 | 08:49:53 WIB


Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro memberikan keterangan pers terkait penangkapan sindikat pencurian buku nikah
Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro memberikan keterangan pers terkait penangkapan sindikat pencurian buku nikah / dokumentasi - Metrojambi.com

 MUARABUNGO – Polisi menangkap pencuri buku nikah di Kantor Kemenag Bungo beberapa hari lalu. Ciri-ciri pelaku diketahui setelah polisi memeriksa dan menganalisis kamera closed-circuit television CCTV di Kantor Kemenag dan barang bukti lainnya.

Kapolres Bungo AKPB Guntur Saputro menyatakan, pelaku merupakan sindikat pencurian buku nikah antar provinsi. Di antara pelaku adalah AS (37), yang ditangkap di Kota Padang, Sumatera Barat.

Tiga pelaku lain adalah penadah berinisial BT (68), HZ (36), dan YA (66). Semuanya diringkus di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dan Riau. “Pelaku sindikat pencuri buku nikah ini sudah beraksi berkali-kali,” ujar Guntur.

Dari pengakuan pelaku, mereka sudah mencuri buku nikah di tujuh lokasi. “Sasarannya Kantor Kemenag dan KUA yang ada di Sumatera, termasuk Kemenag Bungo,” ujarnya.

Pelaku memiliki peran berbeda. Ada pelaku utama yang mencuri buku nikah di kantor Kemenag, ada pula penampung buku nikah yang kemudian menjualnya kepada para penyedia jasa nikah siri.

Selama ini, kata dia, aksi mereka berlangsung mulus karena dibantu oleh para pegawai sara’ yang biasa menyediakan jasa nikah siri.

“Semua barang bukti hasil kejahatan pelaku berhasil kita amankan, seperti uang Rp 7 juta hasil penjualan buku nikah dan juga 2.560 buku nikah yang belum terjual. Yang sudah terjual 440 buku dengan jumlah 20 pasang,” katanya.

Informasi yang didapat,  sindikat ini juga dibantu oleh orang dalam Kemenag itu sendiri. Mantan pegawai ini memberikan informasi dan penjual buku nikah tersebut. “Mantan pegawai atau pecatan Depertemen Agama,” tegas Guntur lagi.

Dia mengatakan, aksi kejahatan ini sangat berbahaya karena pelaku memiliki keahlian mengisi, menandatangani, memberi stempel dan lainnya untuk mengesahkan buku nikah palsu itu. “Tulisan (di buku nikah, red) itu khusus. Saya saja belum tentu bisa nulisnya,” ungkapnya.

Polisi masih melakukan pengembangan dan memburu mantan pegawai di Kemenag ini. Pelaku utama akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Sedangkan penadah disangkakan dengan pasal 480.

Ribuan buku nikah di Kantor Kemenag Bungo raib digondol maling pada Senin (1/11) dinihari. Aksi pelaku terekam kamera CCTV. Dari rekaman, pelaku beraksi seorang diri. Diduga kuat pelaku merupakan orang yang paham situasi dan kondisi di TKP.

Kabag TU Kemenag Bungo H Aliyudin menyebutkan, pencurian ini sudah terjadi sebanyak tiga kali. “Pencuri ini terlihat sudah lihai karena dalam rekaman itu pencuri langsung menuju ke rungan Kasi Bimas Islam,” kata Aliyudin, Kamis (4/11).

Dia mengatakan, dari kejadian terbaru setidaknya sebanyak 1.500 buku nikah yang dibawa kabur oleh pencuri. Akibatnya, stok buku nikah di Bungo menipis. “Ini sudah kami laporkan ke polisi. Kejadiannya Senin kemarin,” imbuhnya.

Dia berharap agar polisi bisa mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. “Kerugian diperkirakan mencapai Rp 900 juta. Kami berharap pelakunya secepatnya bisa ditangkap,” katanya.


Penulis: mii
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments