Minggu, 23 Januari 2022

Ingin Sehat, Nenek 81 Tahun Antusias Ikut Vaksin

Kamis, 18 November 2021 | 12:47:50 WIB


Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja mengajak nenek Saijem ngobrol sebelum di vaksin
Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja mengajak nenek Saijem ngobrol sebelum di vaksin / istimewa

MUARO JAMBI – Saijem, nenek berusia 81 tahun adalah warga lanjut usia (lansia) di RT 20 Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi yang sadar terhadap pentingnya vaksinasi.

Kondisinya yang sudah lemah, tidak menghalangi niatnya untuk di vaksin, sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kehadiran nenek berusia 81 tahun bersama beberapa lansia lainnya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di salah satu gudang pinang yang ada di Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, ini cukup menyita perhatian warga sekitar.

Bagaimana tidak, nenek Saijem yang hadir ke lokasi vaksin dengan dibantu menantunya bernama Purwanti itu tampak antusias dan semangat mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Melihat ada seorang wanita lanjut usia ingin mengikuti vaksinasi, Kapolres Muarojambi AKBP Yuyan Priatmaja langsung menghampiri nenek Saijem.

Kapolres mengatakan, semangat nenek Saijem di usianya yang tidak lagi muda untuk mengikuti vaksinasi tersebut patut dicontoh masyarakat Jambi, khususnya Muarojambi yang belum vaksin.

Nenek Saijem yang datang ke lokasi ini, kemudian diprioritaskan tim medis dibantu aparat kepolisian untuk mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua.

Di hadapan tim medis, nenek Saijem tampak semangat menjalani skrining, hingga mendapatkan penyuntikan vaksinasi kedua kalinya.

Menurut Yuyan, vaksinasi perlu sebab untuk terbentuk herd immunity, sehingga masyarakat Kabupaten Muarojambi dapat merdeka dari virus Covid-19.

"Hal-hal seperti itu yang perlu dicontohkan, nenek umur 81 tahun masih semangat ikut vaksin, bagi masyarakat yang belum vaksin bisa segera mendatangi gerai vaksin maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disiapkan, " ujar Yuyan, Rabu (17/11/2021).

Purwanti, menantu nenek Saijem mengatakan, bahwa ibu mertuanya mengikuti vaksinasi atas kemauannya sendiri tidak ada paksaan sama sekali dari pihak manapun.

Menurut Purwati, mertuanya itu ingin sehat. Apalagi saat mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama sebulan lalu, mertuanya tidak merasakan gejala apa pun.

"Waktu itu, ibu mertua mengaku hanya sakit di tangan bekas suntikan saja, namun tidak sampai menghalangi aktivitasnya untuk berkebun," katanya. 


Penulis: Bar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments