Rabu, 26 Januari 2022

Ratusan Remaja di Sarolangun Ajukan Dispensasi Nikah

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:06:52 WIB


Windi Mariastuti
Windi Mariastuti / Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Ratusan anak usia remaja di Kabupaten Sarolangun hingga Oktober 2021 ini, mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama setempat.

Humas Pengadilan Agama Sarolangun Windi Mariastuti mengatakan, sejak Januari hingga pertengahan Oktober tahun 2021 berjalan, dispensasi nikah yang telah masuk ada sekitar 216 pengajuan.

‘’Pengajuan nikah ini mulai dari umur 14 hingga 19 tahun ke bawah. Ada yang kedua-duanya kurang umur atau di bawah 19 tahun dan paling kecil itu 14 tahun dari pihak perempuan," katanya.

Alasan pengajuan dispensasi nikah anak usia remaja ini, beragam dan tersebar hampir diseluruh kecamatan yang ada di Kabupatent Sarolangun.

Menurutnya, mulai dari kenakalan remaja, pengaruh media sosial bahkan perbuatan oknum tidak bertanggung jawab sering menjadi alasan. "Dari sekolah dari juga ada, jadi mereka malas untuk sekolah dan ingin menikah," tambahnya.

Windi menjelaskan, tidak semua dispensasi nikah akan disetujui pengadilan. "Kalau tidak ada urusan yang mendesak, ada pengajuan yang kami tolak, karena tidak semua dispensasi itu bisa dikabulkan," katanya.

Sementara itu, permohonan yang dikabulkan pun melihat dari urgensi suatu permasalahan. Mulai dari salah satu calon yang hamil, sudah melakukan hubungan suami istri dan tidak bersekolah lagi.

"Faktor ekonomi dari orang tua dan misalkan si anaknya tetap ingin nikah, kita kabulkan," jelasnya.

Sedangkan untuk usulan yang bakal ditolak, mulai dari tidak adanya alasan kuat, seperti di bawah umur, masih sekolah dan tidak memiliki persoalan mendesak.

Selain pengajuan nikah anak remaja, Pengadilan Agama Sarolangun juga mencatat sejak Januari hingga awal Oktober tahun 2021, ratusan pasangan suami istri (pasutri) mengajukan gugatan perceraian.

Windi mengatakan, hingga Jumat (15/10) lalu perkara yang masuk dalam proses persidangan mencapai 300an. Dari ratusan perkara gugatan cerai itu, 289 perkara sudah memasuki tahap putusan.

Menurutnya, dari ratusan gugatan yang putus itu kebanyakan yang mengajukan perceraian dari pihak perempuan. Alasannya pun beragam, mulai dari masalah ekonomi, campur tangan orang ketiga hingga sang suami mengkonsumsi narkoba.

‘’Sekitar 70 persen putusan yang diajukan dari pihak perempuan. Aparatur Sipil Negera (ASN) juga ada beberapa yang mengajukan perceraian, namun masih sedikit dibanding masyarakat lainnya,’’ katanya.

Pengajuan perceraian dari pasangan usia dini juga tergolong meningkat dibanding tahun sebelumnya. "Mereka mengajukan nikah dispensasi di bawah umur, kemudian umur 19 atau 20 tahun, mereka mengajukan perceraian," ungkapnya.

Dijelaskannya, gugatan perceraian yang dikabulkan itu melalui beberapa tahapan dan proses. Mulai dari tahap mediasi hingga menjalani sidang putusan.

"Selama proses persidangan ada juga yang mengajukan rujuk kembali, tapi kalau sudah putusan cerai belum ada yang rujuk," tutupnya.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments