Rabu, 19 Januari 2022

Al Haris Dampingi Menko Muhadjir Kunker ke Kerinci-Sungaipenuh

Hadiri Apel Siaga Bencana

Senin, 29 November 2021 | 07:21:07 WIB


Gubernur Al Haris dan Menko Muhadjir Effendi bersama pejabat Kerinci dan Sungaipenuh
Gubernur Al Haris dan Menko Muhadjir Effendi bersama pejabat Kerinci dan Sungaipenuh / Metrojambi.com

 SUNGAIPENUH - Menteri Koordinator Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi menyebutkan bahwa Kerinci dan Sungaipenuh adalah daerah rawan bencana yang memerlukan penanganan terencana.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat menjadi inspektur upacara Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di halaman Kantor Wali Kota Sungaipenuh, Minggu (28/11). Kunker Menko Muhadjir ke dua daerah tersebut didampingi Gubernur Jambi Al Haris.

Kunjungan rombongan Menko Muhadjir dan Gubernur Al Haris disambut Bupati-Wakil Bupati Kerinci Adirozal-Ami Taher dan Wali Kota-Wakil Wali Kota Sungaipenuh Ahmadi Zubir-Alvia Santoni.

Menurut Muhadjir, Sungaipenuh dan Kerinci adalah daerah rawan bencana, khususnya banjir, tanah longsor, gempa dan letusan gunung berapi. Untuk menanganinya, kata dia, diperlukan evaluasi dan monitoring serta mengetahui kondisi lapangan. 

“Mengatasi permasalahan harus sesuai dengan rencana. Apabila ada yang belum sesuai, maka perlu dilakukan perubahan kebijakan,” ujarnya.

Diakuinya, rencana terkadang tak sesuai kondisi dan masalah di lapangan. Karena itu, tambah dia, penting pemimpin meninjau langsung ke lapangan, seperti yang dilakukan Gubernur Jambi Al Haris.

Dia meningatkan agar perencanaan dalam mengatasi bencana dilakukan dengan kesepakatan dan koordinasi yang baik. Dia meminta kepala daerah dan organisasi perangkat daerah kompak. 

“Retakan atau patahan bumi berada tepat di wilayah Kerinci dan Sungaipenuh. Makanya kita minta kepada masyarakat untuk siap siaga, karena kapan pun bencana gempa bumi bisa saja terjadi,” tegas Muhadjir. 

Dia juga berjanji menyampaikan rencana penanangan bencana di Kerinci dan Sungaipenuh ke Kementerian PUPR.

Saat berkunjung ke Kerinci dan Sungaipenuh awal November lalu, Gubernur Al Haris juga menjanjikan pembukaan jalur evakuasi dari Kerinci dan Sungaipenuh dengan alternatif menembus ke Kabupaten Merangin dan Kabupaten Bungo.

“Kerinci wajib memiliki jalur evakuasi, karena Kerinci merupakan daerah yang rawan bencana, seperti letusan gunung, longsor dan banjir bandang,” katanya  dalam Rapat Istimewa HUT Kabupaten Kerinci ke-63 di gedung  DPRD Kerinci, Selasa (9/11).

Menurut Al Haris, jalur evakuasi Kerinci akan kembali diusulkan kepada Kementerian Kehutanan RI setelah sebelum  tertunda.

“Kita punya dua plan. Untuk plan A kita teruskan rencana sebelumnya, Lempur, Kabupaten Kerinci-Renah Kemumu, Kabupaten Merangin. Sedangkan plan B, Renah Pemetik, Kabupaten Kerinci-Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo,” sebutnya.

 “Itu PU akan mengkajinya, yang mana yang fleksibel nantinya. Besar kemungkinan Renah Pemetik via Bungo, karena Lempur-Merangin akan melewati TNKS. Iika berurusan dengan TNKS, lama dan rumit,” ungkapnya.

Sebelum itu, permintaan percepatan jalan evakuasi juga disampaikan ke Gubernur oleh Bupati Kerinci Adirozal  dan Wali Kota Sungaipenuh Ahmadi Zubir. Keduanya berharap pemerintah Provinsi Jambi ikut mendorong jalur evakuasi tersebut.


Penulis: pia/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments