Rabu, 19 Januari 2022

Pemprov Jambi Upayakan Perkecil Silpa APBD 2021

Senin, 29 November 2021 | 15:20:49 WIB


Agus Pringadi, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi
Agus Pringadi, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi / istimewa

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi tengah mengupayakan percepatan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 agar dapat memperkecil nilai sisa lebih penggunaan anggaran atau silpa.

"Kita tengah upayakan percepatan serapan anggaran APBD 2021 melalui APBD Perubahan 2021," kata Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Pringadi, Senin (29/11).

Agus menyatakan pasti terjadi silpa pada APBD 2021. Namun belum diketahui secara pasti berada nilai silpa tersebut karena masih ada waktu untuk memaksimalkan serapan anggaran tersebut.

Saat ini serapan anggaran ABPD Provinsi Jambi tahun 2021 baru mencapai 60,70 persen. Dari total APBD Provinsi Jambi tahun 2021 sebesar Rp 4,6 triliun, masih terdapat Rp 1,7 triliun yang belum tertarik dan masih berada di kas daerah.

Agus memprediksi silpa APBD tahun 2021 daerah mencapai Rp 560 miliar. "Nilai silpa tersebut masih prediksi dan silpa tersebut merupakan anggaran yang belum bisa digunakan atau belum ditarik," kata Agus Pringadi.

Agus menjelaskan lambatnya realisasi APBD 2021 Provinsi Jambi tersebut di sebabkan oleh lambatnya evaluasi APBDP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Dimana terjadi keterlambatan untuk penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), sehingga untuk saat ini ada sekitar 30 persen lebih APBD Provinsi Jambi tahun 2021 yang belum terealisasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengatakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kemendagri telah memberikan peringatan kepada Pemerintah Daerah untuk segera meningkatkan serapan anggaran APBD tahun 2021.

"Kemenkeu menjelaskan bahwa transfer ke daerah oleh Pemerintah Daerah sudah dilakukan namun serapan masih minim, maka dari Pemerintah Daerah di minta untuk segera melakukan rapat internal untuk melakukan percepatan serapan anggaran tersebut," kata Sudirman.

Pemerintah Provinsi Jambi masuk dalam 24 daerah yang serapan anggarannya masih berada di bawah 70 persen. Maka dari itu Pemerintah Pusat minta hal tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dalam meningkatkan realisasi APBD tahun 2021.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments