Selasa, 27 September 2022

Haris Minta Geber Vaksinasi

Dua Daerah Ditetapkan Masuk Zona Hijau

Senin, 13 Desember 2021 | 07:11:16 WIB


Gubernur Jambi Al Haris
Gubernur Jambi Al Haris / dokumentasi - Metrojambi.com

JAMBI - Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan sejumlah daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah untuk mengejar target minimal 70 persen pada tahun ini. Capaian vaksinasi akan menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diambil pemerintah.

“Kita sudah memberikan warning kepada daerah yang vaksinasinya masih rendah,” kata Al Haris, Minggu (12/12).

Dia meminta daerah yang capaiannya masih rendah  memanfaatkan waktu dengan baik untuk menggeber vaksinasi.

Pemerintah pusat menentukan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)  berdasarkan cakupan vaksinasi. Katanya, ini bisa membuat repot. “Kita terus berusaha untuk mencapai target itu. Kenaikan vaksinasi itu sebenarnya ada, tapi agak lambat,” tambah Haris.

Dijelaskannya, realisasi vaksinasi Provinsi Jambi cukup tinggi, hampir 70 persen. Angka ini didapat karena ada kabupaten dan kota yang realisasi vaksinasinya  tinggi. “Sehingga yang capaiannya rendah tertutupi dengan capaian vaksinasi tinggi itu,” sebutnya.

Dia mengingatkan bahwa target 70 persen pada akhir tahun ini tak hanya diberikan kepada Provinsi Jambi, tetapi juga ke masing-masing daerah. “Kalau ada kartu vaksin, bisa digunakan untuk ke luar kota, bandara maupun di swalayan datau mall,” jelasnya.

Dalam catatan Pemprov, daerah yang capaian vaksinasinya masih rendah adalah Kota Sungaipenuh, Kabupaten Kerinci dan Sarolangun. Per 7 Desember 2021, capaian vaksinasi Povinsi Jambi sendiri sebesar 68,95 persen. 

Pemprov Jambi juga akan melakukan survei kekebalan kelompok atau herd imunnity di tengah masyarakat. Hasil survei ini akan dijadikan dasar untuk mengambil sejumlah kebijakan, termasuk apakah akan mengizinkan  sekolah tatap muka atau tidak.

“Jika daerah dianggap aman, atau kekebalan tubuhnya sudah terbentuk, bisa saja sekolah tatap muka dilaksanakan 100 persen,” ujar Haris.

Sementara itu, tim survei epidemiologi Satgas Covid-19 Provinsi Jambi menetapkan dua daerah masuk dalam zona hijau. Artinya, di daerah itu tidak ada kasus Covid-19 dalam dua minggu terakhir.

Kedua daerah masuk zona hijau itu adalah Kerinci dan Kota Sungaipenuh.  “Di dua daerah yang masuk dalam zona hijau ini tidak ada pasien yang terpapar,” kata Johansyah, juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi, Minggu (12/12).

Dia mengingatkan agar masyarakat tak terlena, apalagi saat ini akan menghadapi natal dan tahun baru. Johansyah meminta agar masyarakat betul-betul memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Daerah yang masih dalam zona kuning atau penularan kasus Covid-19 dengan kategori sedang adalah Kota Jambi, Muarojambi, Tanjab Barat dan Tanjab Timur, Batanghari, Tebo, Sarolangun, Merangin dan Bungo.

“Kita harapkan semua satgas kabupaten dan kota juga terus meningkatkan kewaspadaan untuk melakukan tracing dan tracking jika ada yang terpapar Covid-19,” tutupnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments