Kamis, 8 Desember 2022

KPK Panggil Sherrin, Diperiksa Sebagai Saksi Tersangka Korupsi Apif Firmansyah

Kamis, 09 Desember 2021 | 07:13:17 WIB


Sherrin Tharia
Sherrin Tharia / istimewa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi  memanggil Sherin Tharia, mantan istri Zumi Zola, Rabu (8/12). Sherrin yang dipanggil bersama lima saksi lainnya dimintai keterangan terkait kasus suap pengesahan RAPBD 2017 Provinsi Jambi.

“Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap terkait pengesahan RAPBD 2017 Provinsi Jambi. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Saksi lain yang dipanggil adalah Harmina Djohar, ibu kandung Zola. Lalu, ada nama Alvin Raymond (mahasiswa), Asrul Pandapotan Sihotang (mantan orang kepercayaan Zola), Arnold  (direktur PT Andica Parsaktian Abadi), dan Wilina Chandra (wiraswasta).

Para saksi ini dipanggil KPK terkait penyidikan terhadap tersangka mantan orang kepercayaan Zola lainnya, yakni Apif Firmansyah. Apif, yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi, ditahan di Rutan KPK.

Arnold dipanggil karena perusahaannya, PT Andica Persaktian Abadi, adalah pemenang proyek pembangunan jembatan Kelok Sago di Kerinci senilai Rp 25 miliar yang bersumber dari APBD 2017.

KPK menjelaskan bahwa Apif adalah orang kepercayaan dan representasi Zumi Zola. Saat Zola maju menjadi calon Bupati Tanjung Jabung Timur pada 2010, Apif selalu mendampingi Zola sejak masa kampanye.

Ketika Zola terpilih menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur, Apif semakin dipercaya untuk mendampingi, membantu, dan mengurus berbagai kegiatan dinas sampai dengan keperluan pribadi Zola dan keluarganya.

Setelah Zola terpilih menjadi Gubernur Jambi periode 2016-2021, Apif kembali dipercaya mengurus keperluan putra mantan Gubernur Jambi Zulkfili Nurdin itu. Di antaranya, mengelola kebutuhan dana operasional dengan meminta sejumlah fee proyek dari para kontraktor.

Total yang dikumpulkan Apif sekitar Rp 46 miliar. Dari jumlah uang tersebut sebagaimana perintah Zola, sebagian diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi untuk ketok palu RAPBD 2017.

KPK menduga Apif sendiri menerima dan menikmati uang sekitar Rp 6 miliar untuk keperluan pribadinya. Apif baru mengembalikan sekitar Rp 400 juta.

Saat menyidang Zola, hakim menyatakan bahwa dia menerima gratifikasi lebih dari Rp 40 miliar melalui Apif dan Asrul Pandapotan. Selain itu, Zola juga disebut menerima satu unit Toyota Alphard dari kontraktor. 

Apif disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 13 dan Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus yang menjerat Apif merupakan pengembangan setelah sebelumnya KPK juga telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka, salah satunya Zumi.

Perkara Zumi telah diputus oleh pengadilan tipikor dan berkekuatan hukum tetap. Zola dihukum penjara 6 tahun dan hak politiknya dicabut. Saat menjalani hukuman, Sherrin meminta cerai.


Penulis: ant/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments