Selasa, 27 September 2022

Awas, Impor Omicron!

Tanjab Barat Perketat Pintu Masuk

Senin, 20 Desember 2021 | 06:38:00 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Antara

 JAMBI - Virus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) sudah masuk Indonesia. Sebagai salah satu gerbang Indonesia melalui Sumatera, Jambi diharapkan mampu mencegah masuknya virus ini dari luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Fery Kusnadi menyebutkan, varian Omicron belum terdeteksi di Jambi. Dirincikannya, per Minggu (19/12), tercatat 26 orang yang positif Covid-19 di Provinsi Jambi.

“Omicron belum ada. Kalau secara keseluruhan se-Provinsi Jambi ada 26 orang dalam proses,” tegasnya. Pasien terbanyak di Batanghari, yakni tujuh orang, lalu Kerinci (5 pasien), Tanjab Barat (5 pasien), Kota Jambi (3), Muarojambi (2), Tebo (2), dan Merangin (2).

Walau belum ditemukan di Jambi, Satgas Covid-19 tetap melakukan upaya pencegahan. Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, varian Omicron belum menunjukkan karakter membahayakan pasien, terutama yang sudah divaksin.

Karena itu, upaya pecegahan tetap harus dilakukan dengan terus meningkatkan capaian vaksinasi. “Salah satu kunci pencegahan penyebarannya adalah segera divaksin bagi yang belum mendapat vaksinasi,” ujarnya, Minggu (19/12).

Vaksinasi di Provinsi Jambi sudah mencapai 71,97 persen atau atau 1.933.131  jiwa telah mendapatkan suntikan dosis pertama. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 51,41 persen atau 1.381.070 jiwa.

Selain vaksinasi, kata dia, upaya lain adalah tetap menerapkan protokol kesehatan. “Kita harus tetap waspada, namun tidak panik,” tambah Johansyah.

“Pejabat dan seluruh warga diharapkan dapat membatasi mobilitas dengan tidak melakukan perjalanan, utamanya ke luar negeri untuk sementara waktu,” pungkasnya. 

Juru Bicara Pemkot Jambi Erwandi juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum terdeteksi adanya varian Omicron masuk Jambi. Walau Kota Jambi masuk PPKM Level 1, lanjut dia, Pemkot tetap menggencarkan vaksinasi.

“Langkah pencegahan itu vaksinasi. Meskipun capaian vaksinasi di Kota Jambi sudah tinggi, kita tetap gencarkan vaksinasi,” tegas Erwandi.

Kabid Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Jambi Hendra Saputra menyatakan, menurut informasi, penularan varian Omicron lebih cepat, namun keparahannya lebih rendah dari varian Delta. 

Hanya saja, dia menyebutkan belum ada data terpisah penderita varian Delta dan varian lain di Kota Jambi. “Kita general saja karena pengujian varian itu di Balitbangkes Kemenkes RI. Tidak bisa di lab PCR biasa,” jelasnya.

Selain Kota Jambi, gerbang masuk ke Provinsi Jambi adalah Kualatungkal di Tanjungjabung Barat. Karena itu, menurut Kapolres Tanjabbar AKBP Muharman Arta, pihaknya melakukan pengetatan di pelabuhan.

“Ini untuk antisipasi penyebaran melalui orang masuk, khususnya melalui jalur laut di pelabuhan,” katanya, Minggu (19/12). Pemeriksaan meliputi dokumen kesehatan, termasuk bukti vaksin dan surat bebas Covid-19.

Kapolres meminta masyarakat tidak panik jika ada gejala dan segera berkoordinasi dengan tenaga medis. “Jangan panik, segera vaksin yang belum. Tetap patuhi prokes,” ungkapnya.

Muharman, menyebutkan, Tanjab Barat menduduki peringkat ketiga se-Provinsi Jambi dalam capaian vaksinasi. “Kita di posisi ketiga setelah Tebo dan Kota Jambi. Posisi kita di angka 74 persen,” tandasnya

Kementerian Kesehatan melaporkan dua pasien baru positif Covid-19 yang terpapar varian Omicron. Kedua pasien diketahui dari pemeriksaan sampel pada lima kasus probable varian Omicron yang memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri.

WHO menetapkan bahwa varian  Omicron sebagai variant of concern atau VoC, yakni varian virus corona yang menyebabkan peningkatan penularan dan kematian. Gejala varian Omicron sedikit berbeda dari varian lainnya.

Sejauh ini, pasien yang terpapar varian Omicron mengeluhkan sakit kepala, nyeri di seluruh tubuh, dan kelelahan yang parah.


Penulis: nta/chy/eko
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments