Rabu, 28 September 2022

AKBP Fitria Mega, Juara Karate SEA Games Jadi Kapolres Perempuan Pertama di Jambi

Senin, 20 Desember 2021 | 07:44:04 WIB


AKBP Fitria Mega
AKBP Fitria Mega / facebook

 AKBP Fitria Mega adalah sosok luar biasa. Penyandang gelar magister psikologi ini juga juara karate tingkat Asia Tenggara. Kini, dia perempuan satu-satunya yang pernah menjadi Kapolres di Provinsi Jambi.

IKBAL FERDIYAL, Jambi

NAMANYA muncul dalam Telegram Rahasia (TR) Kapolri Nomor ST/2570/XII/KEP/2021 tertanggal 17 Desember 2021 lalu. Fitria Mega, yang tengah menjabat Kabag Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Polda, diangkat menjadi Kapolres Tebo.

Dia menggantikan AKBP Gunawan Tri Laksono yang dipindah menjadi Kasubbag Watpers Bagian SDM Korbrimob Polri.

Dibincangi Metro Jambi, Minggu (19/12), Fitria mengatakan secara pribadi sangat senang bisa dipercaya oleh pimpinan Polri untuk memimpin salah satu wilayah di Jambi. Namun Fitria mengaku kaget saat pertama kali mendapat kabar ia dipercaya menjadi Kapolres.

 “Saya pertama kali tahu dari suami,” ujarnya menjawab tanya Metro Jambi. Kebetulan, suaminya juga anggota polisi yang bertugas di Korlantas Polri.

“Itu TR-nya ada, kamu jadi Kapolres,” imbuh Fitri menirukan ucapan suaminya saat itu. “Saya kaget juga, apalagi jadi polwan pertama yang jadi Kapolres di Jambi,” kata Fitria melalui sambungan telepon.

Baca juga : AKBP Fitria Mega Resmi Jadi Kapolres Perempuan Pertama di Jambi

Lulusan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri 2002 itu mengaku dulunya memang sangat ingin menjadi Kapolres. Namun, setelah menunggu lama, dan kesempatan jadi Kapolres itu tidak kunjung datang, dia mulai menghilangkan keinginan tersebut.

““Saya kan sekolah Sespimma-nya pada 2016. Saat itu, saya berharap dua atau tiga tahun setelahnya bisa jadi Kapolres. Tapi karena sudah lama juga, akhirnya berpikir mungkin Tuhan memberikan jalan saya nggak dikasih jadi Kapolres, tapi di bagian lain. Tapi kok jadi,” beber Fitria.

“Dengan kepercayaan ini, sekarang saya jadi termotivasi lagi,” tambahnya.

Ibu dua orang putri itu mengatakan, sebagai orang baru di Jambi ia akan banyak belajar dari para senior dan Kapolres yang sudah lebih dulu menjabat di Tebo.

“Saya kan bukan asli orang Jambi, baru sekitar tiga tahun terakhir (tugas, red) di Jambi. Jadi saya akan terus belajar, mengikuti arus dan aturan saja. Belajar dari Kapolres dan senior-senior yang sudah pernah menjabat di sana (Tebo, red) sebelumnya. Serta mengikuti arahan pimpinan,” kata Fitria.

Lebih lanjut Fitria mengatakan, setelah resmi dilantik sebagai Kapolres Tebo, ia akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan amanah dengan sebaik mungkin.

“Kami mau memberikan yang terbaik. Mau menunjukkan kalau kita polwan juga mampu. Apalagi senior, rekan, dan adik-adik polwan memberikan semangat. Kami akan menjaga nama baik polwan,” tegasnya.

Sejumlah jabatan pernah dipegang oleh Fitria Mega. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Kanit PPA Polres Jakarta Selatan, Kapolsek Sukmajaya, dan Kapolsek Cempaka Putih. “Saya pernah jabat Kapolsek di Serang, dan di Jakarta dua kali,” ujarnya.

Atlet Karate Berprestasi

Sebelum menjadi polwan, Fitria Mega merupakan atlet karate yang berprestasi. Fitria pernah menjuarai karate pada SEA Games 1999 di Brunei Darussalam.

Prestasi lainnya yang pernah diraih oleh Fitria Mega adalah peringkat ketiga kejuaraan dunia Ladies Open Tournament di Jepang tahun 1999, peringkat kedua kejuaraan Assosiation Karatedo Asia Facific di Singapura tahun 2000, serta juara PON 2000 di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Salah satu kemudahan saya masuk polwan karena ada prestasi itu sih. Tapi sekarang kemampuannya udah abal-abal,” kata Fitria sembari tertawa.

Dikarenakan berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, akhirnya Fitria direkomendasikan untuk mengikuti seleksi polwan.

Fitria mengatakan yang merekomendasikan dirinya adalah Ketua Umum Forki saat itu Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Sekjen Forki Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, serta Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arismunandar yang saat itu menjabat ketua umum KONI pusat.

“Saat itu pak Hendardji menawarkan saya masuk tentara, karena beliau kan dari TNI. Beliau bilang, ‘Masuk tentara saja, ndak usah tes, bapak yang jamin’. Tapi saya memilih masuk polisi. Kebetulan ayah saya yang menyarankan masuk polisi. Nurut orang tua lah,” pungkasnya. (Dilengkapi Novri Satrio)


Penulis: fdy
Editor: mrj



comments