Jumat, 1 Juli 2022

ASN Bungo yang Mudik akan Dicopot dari Jabatan

Selasa, 27 April 2021 | 10:25:53 WIB


Bupati Bungo Mashuri
Bupati Bungo Mashuri / dokumentasi - Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo mengeluarkan larangan keras terhadap warga yang akan melakukan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.

Larangan keras tersebut disampaikan langsung Bupati Bungo H Mashuri kepada seluruh ASN saat melakukan apel gabungan persiapan pengamanan Idul Fitri, Senin (26/4/2021).

Mashuri menyebutkan, jika ada ASN Kabupaten Bungo yang melakukan mudik lebaran tanpa ada alasan tertentu, maka akan dicopot dari jabatannya.

"Apabila ada ASN yang melaksanakan mudik langsung kita pecat, dalam arti kata dipecat dari jabatannya dan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Mashuri.

Mashuri juga mengimbau kepada masyarakat Bungo yang ada diperantauan untuk tetap bersabar diperantauan, dan bersama-sama menjaga diri dan keluarga dari virus Covid-19 dengan tidak melakukan mudik atau pulang kampung.

"Dengan cara tidak mudik, berarti kita sayang dengan keluarga kita yang ada di kampung, begitu juga sebaliknya," kata Mashuri.

Larangan keras tersebut disampaikan untuk menghindari terjadi lonjakan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bungo yang saat ini masih dalam zona orange.

Diperkirakan peningkatan penularan Covid-19 akan terjadi saat libur lebaran. Hal itu dibuktikan dengan kejadian pada lebaran tahun 2020 lalu.

Secara nasional, pengalaman tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus Covid-19 setelah 4 hari libur panjang. Pertama saat libur Idul Fitri 2020 terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Kemudian saat libur panjang pada 20-23 Agustus juga terjadi kenaikan kasus Covid-19 hingga mencapai 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat menjadi 57 persen.

Selain itu saat libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November terjadi kenaikan kasus Covid-19 hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan, dan yang terakhir terjadi kenaikan kasus covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru 2021 dengan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments