Minggu, 2 Oktober 2022

Banjir Landa 12 Kecamatan di Bungo

Senin, 03 Januari 2022 | 08:22:23 WIB


Salah Satu rumah warga Dusun Pulah Jelmu, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo yang terendam banjir
Salah Satu rumah warga Dusun Pulah Jelmu, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo yang terendam banjir / Metrojambi.com

MUARABUNGO - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Bungo selama dua hari terakhir menyebabkan banjir di seluruh kecamatan yang ada di daerah itu.

Banjir parah melanda sejumlah dusun di bantaran Sungai Batang Bungo, Batang Tebo dan Batang Jujuhan.

Sebanyak 12 kecamatan terkena banjir, yakni Kecamatan Bathin III Ulu, Rantau Pandan, Muko-Muko Batin VII, Bungo Dani, Pasar Muara Bungo, Bathin III, Tanah Sepenggal, Limbur Lubuk Mengkuang, Jujuhan, Jujuhan Ilir, Pelepat dan Kecamatan Pelepat Ilir.

Sementara itu, untuk rincian dusun dan korban yakni Dusun Leban 350 Kepala Keluarga (KK), Rantau Duku 13 KK, Bedaro 320 KK, Sungai Pinang 515 KK, Jaya Setia 515 KK, Tanjung Gedang 73 KK, Batang Bungo 51 KK, Manggis  510 KK, Kel. Bungo Taman Agung 620 KK, Purwo bakti 501 KK, Air gemuru 253 KK, dan Tanah Bekali 134 KK.

Kemudian Candi 32 KK, Tenam 150 KK, Sungai Gambir 35 KK, Rantau embacang 57 KK, Pulau jelmu 67 KK, Tanjung belit 25 KK, Ujung tanjung 60 KK, Tepian danto 47 KK, Jumbak 31 KK, Tanjung Menanti 115 KK, Tuo Sepunggur 76 KK, Muaro kuamang 70 KK, Padang Palangeh 50 KK, Lubuk 43 KK, Danau 41 KK dan Dusun Renah Jelmu 80 KK.

Kepala BPBD Kesbangpol Bungo Tobroni Yusuf menyebutkan, banjir awal tahun 2022 ini merupakan banjir yang cukup parah. "Semua wilayah terkena banjir, sekarang kami masih di lapangan," kata Tobroni, Minggu malam (2/1/2022).

Hingga saat ini, menurut Tobroni, pihaknya masih terus mengumpulkan data dusun dan korban yang terdampak banjir.

Petugas dari BPBD Kesbangpol, Kepolisian dan TNI sudah diterjunkan untuk memberikan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

"Jumlah warga yang terdampak bencana banjir sebanyak 4.923 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 19.292 orang," tuturnya.

Ketinggian banjir mencapai 1 meter lebih, namun hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat luapan sungai tersebut.

Saat ini sejumlah posko penyelamatan sudah didirikan untuk menjaga keamanan dan memantau kondisi air jika terjadi banjir susulan.

"Sebagian masyarakat yang terdampak cukup parah sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman," tambah Tobroni.

Tobroni mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir susulan. Pasalnya, dari prediksi Kabupaten Bungo masih akan diguyur hujan yang cukup lebat beberapa hari ke depan.

Hingga saat ini, kerugian akibat banjir yang cukup parah ini belum bisa ditaksir.

Diagendakan, BPBD Kesbangpol Bungo, Senin (3/1/2022), akan langsung melakukan rapat bersama seluruh OPD dan Instansi terkait penanggulangan bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro mengatakan, pihaknya selalu siaga untuk memberi pertolongan kepada masyarakat.

Ia juga menjamin keamanan barang-barang milik korban terdampak banjir dengan melakukan patroli rutin.

"Personel kita siagakan di lokasi banjir bersama warga menjamin barang-barang mereka aman," kata Guntur.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments