Kamis, 29 September 2022

Longsor Isolasi Tiga Dusun di Bungo

Banjir Bungo Capai 1,5 Meter, 28 Ribu Warga Jadi Korban

Selasa, 04 Januari 2022 | 08:20:59 WIB


Banjir yang terjadi di Kabupaten Bungo dilihat dari udara
Banjir yang terjadi di Kabupaten Bungo dilihat dari udara / ist

MUARABUNGO - Banjir yang merendam hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bungo sejak awal 2022 mengakibatkan dampak serius. Sebanyak 28.000 warga memerlukan bantuan karena tidak dapat beraktivitas secara normal.

Pada hari ketiga, ribuan rumah masih terendam. Di sejumlah lokasi, genangan air mencapai ketinggian 1,5 meter. Pemkab Bungo berupaya menyelamatkan para korban terdampak dan menyiapkan lokasi penampungan.

“Pemkab Bungo telah menurunkan bantuan sebanyak 9,5 ton beras,” ujar Bupati Bungo H Mashuri, Senin (3/1). Bantuan diberikan kepada warga yang terdampak parah. 

Pemkab, tambah dia, juga mengirimkan tenda-tenda untuk pengungsi di enam kecamatan. Selain itu, mendapat laporkan bahwa warga tidak bisa memasak di lokasi pengungsian karena sebagian besar peralatan terendam, bantuan lain diberikan.

Sejumlah tenda didirikan untuk dapur umum di Lapangan Pusparagam, Pasar Muarabungo. Dapur tersebut dibangun untuk menyediakan makanan siap santap, yang akan dimasak oleh para relawan dan petugas.

“Korban yang terdampak ada sebanyak 9.000 kepala keluarga, jumlah jiwa sebanyak 28.000 orang. Itulah yang kita penuhi kebutuhan makannya setiap hari,” tutur Mashuri.

Selama banjir melanda, kata Mashuri, dapur umum tersebut akan terus dibuka. Selain di Muarabungo, sejumlah dusun juga mendirikan dapur umum secara mandiri.

Walau Pemkab sudah menurunkan bantuan, sebagian warga masih menunggu. Nasrul, salah satu korban banjir di Kelurahan Manggis, Kampung Lubuk, menyatakan bahwa dia bersama warga lainnya membutuhkan banyak bantuan.

Sejauh ini bantuan didapat baru dari relawan dan donatur pribadi. Sedangkan usulan untuk mendapatkan tenda belum direspons Pemkab Bungo. “Kami baru dapat bantuan dari hamba Allah yang diantar oleh rekan-rekan wartawan,” ujarnya.

BPBD Bungo menyebutkan, banjir disebabkan meluapnya Sungai Batang Tebo, Sungai Batang Bungo, Sungai Batang Jujuhan, dan Sungai Batang Pelepat. “Intensitas hujan tinggi menyebabkan air sungai meluap,” ujar Kepala BPBD Bungo Tobroni, Senin (3/1).

Dia mengatakan, tim gabungan bersama Basarnas, TNI, Polri dan lainnya terus mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak karena rumah mereka terendam banjir. Warga  dievakuasi ke tenda pengungsian.

Sejauh ini, kata dia, sudah delapan posko yang didirikan. BPBD juga terus menyalurkan bantuan beras dari Bupati Bungo dan lainnya ke masyarakat terdampak di 12 kecamatan dari 17 kecamatan yang terendam banjir.

Sementara itu dilaporkan bahwa banjir disertai longsor terjadi di sejumlah lokasi di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang. Pada 1 Januari 2022, terjadi longsor empat titik di Dusun Tuo, dan pada 2 Januari 2022 pukul 23.30 WIB terjadi di delapan titik.

“Longsor ini mengakibatkan terisolasinya Dusun Pauh Agung, Dusun Baru dan Dusun Tuo,”  ujar Tobroni. Material longsor akhirnya bisa disingkirkan dengan alat berat sehingga transportasi berjalan normal.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal/nrj



comments