Rabu, 18 Mei 2022

Ultah Pertama Gubernur Haris

Kamis, 06 Januari 2022 | 12:34:32 WIB


/

Agus Dini Putra (Pembina Manajemen Metro Jambi Group)

WAKTU terasa cepat berlalu. Tiba-tiba kita sudah meninggalkan tahun 2021. Tanpa sadar, hari ini, 6 Januari, koran Metro Jambi sudah berumur lima tahun.

Masih muda memang. Namun, di rentang usia segitu mestinya Metro Jambi sudah tidak tertatih-tatih lagi berjalan. Ibarat manusia, harusnya sudah bisa berlari dengan kencang.

Tapi, begitulah. Roda dunia terus berputar. Kemajuan teknologi informasi membuat hampir semua media mainstream seperti berjalan di tempat. Beberapa di antaranya berusaha "struggle" tapi faktanya malah berjalan mundur -sekedar untuk bertahan hidup. Bukan hanya terjadi pada koran, platform media online yang kehadirannya terbilang baru pun mengalami kesulitan.

Media arus utama itu kalah cepat dengan medsos. Platform media sosial yang membuat setiap orang bisa terhubung langsung. Wadah yang membuat setiap orang -kalau mau- dapat menjadi wartawan. Bisa memproduksi berita, mengabarkan fakta, tapi juga bisa menebar isu bahkan gosip secara instan.

Tak bisa dipungkiri, di era global ini medsos telah menjadi indera penting kita dalam berkomunikasi. Cukup dengan satu genggaman, hanya dengan sekali ketukan di gawai, masing masing kita sudah bisa bertukar informasi. Begitu mudah. Cepat. Tak berjarak sama sekali.

Namun, di balik kemudahan muncul kelemahan. Informasi yang beredar di masyarakat akan rentan dan berbahaya jika tidak disaring lebih dulu. Akibatnya, muncul penyalahgunaan. Penyebaran informasi hoax pun menjadi hal yang biasa belakangan ini.

Pada titik inilah, saya percaya bahwa pers akan tetap selalu hidup. Media massa arus utama yang bekerja dengan standar jurnalistik tetap dibutuhkan. Diakui atau tidak, saya --mungkin termasuk anda-- butuh informasi yang baik dan benar. Tak hanya sekedar berita yang cepat. Faktanya juga harus akurat. Dan, tidak menyesatkan.

Saya yakin profesi wartawan akan tetap hidup. Paling yang mati akibat perkembangan teknologi informasi hanyalah platform (wadah) beritanya saja.

Alhamdulillah, memasuki tahun 2022 ini koran Metro Jambi masih bisa eksis. Buktinya, tulisan ini masih sampai ke tangan anda. He he....

Kebetulan, 6 Januari ini Provinsi Jambi juga bertambah usia. Ini ultah pertama di masa kepemimpinan Gubernur Al Haris bersama wakilnya, Abdullah Sani.

Masa kepemimpinan yang singkat, -- 2024 sudah berlangsung proses Pilkada serentak- ditambah PR yang banyak, membuat pasangan ini bergerak cepat.

Di antara pekerjaan rumah itu yang menjadi salah satu concern Gubernur Al Haris adalah perbaikan jalan di kabupaten Tanjungjabung Timur. Kebetulan saya mendengar langsung kepedulian Haris soal ini saat berdiskusi di rumah seorang pejabat saat mencalonkan diri.

Terutama ruas Jambi-Sabak (nasional). Dan, Sabak-Nipah Panjang, gabungan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan kabupaten.

Puluhan tahun masyarakat di Pesisir Timur Jambi itu menderita akibat kondisi jalan yang sangat buruk. Alhamdulillah, di awal jabatan Gubernur Haris jalan tersebut mulai dibenahi.

Tentu masih banyak program lain yang mesti disegerakan Haris sesuai dengan janji politiknya. Namun, karena waktu yang terbatas, dan anggaran banyak dipangkas akibat pandemi Covid-19, membuatnya harus menyusun strategi lebih keras dan cerdas.

Entah dalam kaitan itu, ultah Provinsi Jambi di kepemimpinannya kali ini Gubernur Haris mengundang banyak tamu penting.

Selain para menteri dan tokoh parpol, sejumlah putra daerah juga diundang. Termasuk Kajati DKI Febrie Ardiansyah yang Senin depan ini mendapat promosi sebagai Jampidsus. Juga Kajati Sultra Sarjono Turin yang kabarnya akan menggantikan posisi Febrie sebagai Kajati DKI.

Selamat ultah Metro Jambi. Teruslah berikhtiar dan bekerja keras "sob tabeh", meskipun mengalami kegagalan. Jangan henti berkeyakinan bahwa Tuhan akan memenuhi janji melimpahkan rezeki kepada semua makhluk-Nya.

Aamiin.


Penulis: Agus Dini Putra *
Editor: Mrj


TAGS:


comments