Kamis, 7 Juli 2022

Traveling Keluar Negeri Tidak Disarankan, Lalu Bagaimana Jika Ingin Berobat Keluar Negeri?

Kamis, 13 Januari 2022 | 15:10:38 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

SEKITAR kuarter keempat tahun 2021 kemarin, trend penyebaran Covid19 di dunia telah berangsur menurun. Namun sejak munculnya varian baru, Omicron, kasus covid19 kembali meningkat.

Penyebaran yang parah terjadi di Eropa, seperti Prancis, Inggris, Denmark, hingga Turki, serta di Amerika Serikat.

Bahkan per Selasa (11/1), jumlah Covid-19 varian Omicron di seluruh dunia mencapai 552.191 kasus, dan 115 kematian.

Menurut situs pelacakan sebaran Omicron, Newsnodes, Inggris masih menjadi negara yang mencatat kasus varian ini terbanyak, dengan 246.780 kasus, dan 75 kematian.
Melihat hal ini, pemerintah kembali mengimbau agar masyarakat tidak bepergian ke luar negeri di tengah lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Imbauan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan pada Rabu (12/1/2022).

Tapi bagaimana jika tujuan keluar negeri adalah untuk berobat, bukan jalan-jalan?

Sama seperti kegiatan di luar rumah lainnya, orang Indonesia tetap bisa berpergian keluar negeri selama mengikuti protokol kesehatan baik yang berlaku di Indonesia juga protokol di negara yang akan dikunjungi.

Kebanyakan orang Indonesia memilih berobat ke negera tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Menurut Medisata Indonesia, kantor perwakilan rumah sakit Malaysia dan Singapura di Indonesia, “Di 2022 ini, sebagian besar rumah sakit di Malaysia sudah bisa menerima pasien Indonesia yang ingin berobat, tentunya dengan mengikuti prosedur tertentu.”

Sebelum bisa berangkat, pasien harus mendapatkan EAL (Entry Approval Letter) dari pihak imigrasi Malaysia. Oleh karena itu, pihak Medisata menyarankan agar pasien yang ingin berangkat, segera mengurus hal ini karena proses aplikasinya bisa
memakan waktu 7 – 10 hari kerja.

Selain itu, ada syarat yang harus dipenuhi seperti pasien dan pendamping harus sudah divaksin 2 kali, tes PCR sebelum terbang dan begitu sampai, punya asuransi perjalanan, serta harus karantina di rumah sakit selama 7 hari. Untuk detailnya, baca prosedur dan syarat berobat ke Malaysia di 2022.


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments