Minggu, 22 Mei 2022

Maulana Sebut Vaksin Booster Tidak Bisa Dipilih

Selasa, 18 Januari 2022 | 11:35:34 WIB


Wakil Walikota Jambi Maulana
Wakil Walikota Jambi Maulana / Istimewa

JAMBI - Penyuntikan vaksin booster saat ini telah dilakukan secara berkala, mulai dari lingkup pemerintahan hingga masyarakat umum. Namun terdapat beberapa pertanyaan mengenai jenis vaksin yang akan disuntikkan boleh dipilih atau tidak.

Wakil Walikota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pengadaan vaksin ditentukan oleh Pemerintah Pusat hingga kebijakannya. Sudah disampaikan bahwa vaksinasi booster bagi masyarakat gratis sehingga apapun jenis vaksin tetap mengikuti pusat.

"Apapun yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat, Pemkot Jambi akan tetap laksanakan vaksinasi untuk masyarakat, karena semua sudah melalui proses uji klinik dan sudah memiliki kriteria tersendiri yang mengartikan berapa efektifitasnya kemampuan meningkatkan imun," kata Maulana.

Banyak masyarakat yang telah mengetahui beberapa jenis vaksinasi seperti vaksin moderna, Pfizer hingga astazenica, namun demikian Pemkot Jambi siap melaksanakan vaksinasi booster untuk meningkatkan antibodi masyarakat.

Maulana juga mengatakan, jika saat ini masih terdapat ancaman kenaikan kasus Covid-19 terutama dengan adanya varian Omicron yang saat ini telah masuk ke indonesia hingga beberapa masyarakat sudah terpapar.

"Mudah-mudahan varian Omicron tidak masuk ke Kota Jambi. Salah satu tameng yang paling penting adalah kekebalan tubuh, karena antibodi itu bisa berbagai macam cara dibentuknya salah satunya secara buatan yang tentukan oleh vaksinasi," katanya.

Saat ini Pemkot Jambi sedang gencar melakukan vaksinasi untuk anak sekolah yang mana kebutuhan pendidikan tidak bisa dibatasi oleh waktu. Proses vaksinasi anak saat ini juga berjalan dengan baik hingga pada tanggal 17 Januari 2022 Pemkot Jambi akan memenuhi pembelajaran tatap muka dari segi waktu.

"Nanti dari segi waktu akan kita lakukan uji coba untuk memenuhi pembelajaran tatap muka secara bertahap. Kita akan lihat kalau vaksinasinya terus jalan yang mana saat ini proses pembelajaran masih selang-seling kecuali anak kelas 6 dan kelas 9. Nanti kalau kondisinya membaik proses pembelajaran akan full seperti semula," pungkasnya.


Penulis: Nita Priyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments