Kamis, 19 Mei 2022

“Dak Mikir Harto, Aku Tarik Bapak...”

Kebakaran Hebat Lahap Empat Rumah di Jelutung

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:08:18 WIB


Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan kebakaran di kawasan Jelutung, Selasa (18/1/2022)
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan kebakaran di kawasan Jelutung, Selasa (18/1/2022) / Metrojambi.com

 JAMBI - Kebakaran hebat menghabiskan sejumlah rumah di Kebunjeruk, Jelutung, Selasa (18/1) siang. Delapan armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk menghentikan ganasnya api. 

Akibat kebakaran tersebut, empat pintu rumah bedeng semi permanen dan satu bangunan rumah dari kayu ludes. Empat keluarga kehilangan tempat tinggal.

“Api berasal dari belakang salah satu bedeng. Pas tahu, api sudah besak nian,” ungkap Ijal, salah satu warga yang juga korban kebakaran. Katanya, kejadian sekitar pukul 12.15 WIB. Terdengar bunyi ledakan saat api melahap satu per satu bangunan tersebut.

Dia sendiri tidak bisa menyelamatkan harta-bendanya sendiri dan para korban karena berupaya menyelamatkan salah satu penghuni yang menderita stroke.

“Dak mikir harto-bendo lagi, Bang. Aku nyelamatin bapaknyo Muslim. Aku tarik kasur Bapak keluar rumah karena Bapak sakit, dak bisa jalan,” katanya. Muslim juga salah satu warga yang rumahnya ikut terbakar.

Yanti, korban lainnya, juga mengaku tidak mengetahui persis dari mana api bermula. Sebelum menyadari kabakaran, dia sempat bertanya ke suaminya kenapa suasana di dalam rumah panas sekali, padahal kipas angin hidup.

“Saat saya bangun dari tidur, api sudah besar sekali,” ujarnya. Dia juga tidak berhasil menyelamatkan harta-benda karena api sudah terlanjur membesar. “Tidak ada barang yang selamat, hanya baju yang nempel di badan ini,” katanya.

Berkobar sejak pukul 12.15 WIB, api baru bisa dipadamkan oleh tim Damkar Kota Jambi sekitar pukul 15.21 WIB. Pemkot mengerahkan delapan unit armada damkar  untuk menjinakkan api di siang panas itu.

“Kami kerahkan delapan armada, tetapi rumah di sini semi-permanen. Jadi, tidak lebih dari setengah jam rumah sudah habis terbakar,” kata  Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi Feriadi.  

Dia menyatakan, upaya pemadaman juga terkendala dengan tidak adanya akses masuk armada ke lokasi. “Kita tadi melewati tembok warga untuk memadamkan api. Untuk mencapai lokasi, butuh 3-4  sambungan selang,” katanya.

Feriadi menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam investigasi pihak berwenang, apakah dari listrik atau kompor. Dugaan sementara, kata dia, api muncul dari korsleting listrik atau arus pendek.

Menurut dia, saat kebakaran terjadi semua penghuni ada di dalam rumah dan berhasil menyelamatkan diri.

Usai pemadaman, tampak korban mengais di antara abu dan arang sisa kebakaran. Mereka mencoba menemukan barang berharga yang masih tersisa. 

Salah satu korban, Sartini, diketahui berhasil mendapatkan kembali uang tabungannya di tengah puing  yang disimpan di dalam tanah dalam rumahnya. “Alhamdulillah, masih utuh Rp 17 juta, bersama emas 10 suku,” tutupnya.

Kapolsek Jelutung Iptu Aidil menyatakan masih menyelidiki kasus kebakaran ini. “(Sumber api) belum kita pastikan, dugaan sementara api dari korsleting listrik,” ujar Aidil

Menurut dia, saksi mata di lokasi kejadian mendengar suara ledakan. “Namun belum kita pastikan ledakan itu pas kebakaran atau sebelum kejadian. Masih proses lidik dan meminta keterangan saksi-saksi,” tutupnya.


Penulis: Novri
Editor: Ikbal Ferdiyal/Novri


TAGS:


comments