Kamis, 26 Mei 2022

Duel Dua Siswi di Bungo Dipicu Saling Ejek

Wabup Bungo Janji Evaluasi Kadis Pendidikan

Rabu, 19 Januari 2022 | 08:25:33 WIB


Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Aprianto
Wakil Bupati Bungo Safrudin Dwi Aprianto / Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Perkelahian dua siswi SMP di Bungo yang videonya viral di media diketahui bermula dari perang mulut saat mandi di sungai. Pemkab Bungo berjanji mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan dan jajaranya.

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro kepada media menceritakan, aksi memalukan kedua siswi SMPN 2 Pelayang tersebut bermula dari saling ejek pada Jumat pekan lalu. Diketahui, saat mandi di sungai, siswi berinisial PD bertemu siswi lain berinisial RL.

Keduanya perang mulut hingga melampaui batas, mengeluarkan kata-kata kasar yang tidak pantas. Tak puas, keduanya berjanji berduel di lapangan bola Dusun Peninjau usai belajar keesokan harinya.

Maka, pada Sabtu (15/1), sekitar pukul 15.00 WIB, keduanya pun terlibat perkelahian disaksikan siswa-siswi lainnya. Tampak salah satu dari siswi itu dengan geram menghajar lawannya.

Sebagian siswa merekamnya. Rupanya, video tersebut di perlihatkan ke orang tuanya di rumah. “Orang tuanya langsung memberitahukan kepada kedua orang tua siswi yang terlibat perkelahian tersebut,” ujar Kapolres.

Tidak senang atas kejadian itu, orang tua RL mengupload video tersebut ke medsos. Video tersebut belakangan di-take down setelah adanya mediasi yang difasilitasi oleh petugas Polsek Pelayang.

Namun, sebagaimana layaknya media, beberapa akun medsos berhasil mendapatkan video tersebut dan mengupload ulang sehingga viral.

Menurut Guntur, pihaknya sudah melakukan mediasi antara orang tua, korwil, pihak sekolah dan siswi yang terlibat. “Ada surat pernyataan tidak mengulangi dan siap menerima sanksi berat dari sekolah apabila mengulangi perbuatan,” kata Guntur.

Polres melalui Polsek, kata dia, juga melakukan pembinaan dan penyuluhan hukum kepada para siswa dan guru saat upacara Senin (17/1) di SMPN 2.

Terpisah, Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Aprianto menyatakan akan menggiatkan upaya pencegahan agar tak terulang. Katanya, walau terjadi di luar jam pelajaran, masalah ini tetap menjadi perhatian Pemkab.

“Kita sangat menyesalkan kejadian ini. Meskipun sudah ada perdamaian, tetap kita akan proses di lembaga pendidikan,” ujarnya, Selasa (18/1). Dia juga memastikan akan mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan Bungo Masril dan jajarannya.

Dia meminta ke depan agar pemantauan ke sekolah-sekolah lebih ditingkatkan dan sistem pendidikan diperkuat. “Semua akan kita evaluasi termasuk pihak sekolah,” ujarnya. 

Wabup menyatakan akan segera membahas hal ini dalam rapat dengan Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya. “Kita berharap ini menjadi kejadian terakhir di Kabupaten Bungo,” tambahnya.


Penulis: Khairul Fahmi
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments