Kamis, 30 Juni 2022

Staf Ahli Pertamina EP Dihukum 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:29:31 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi menyatakan empat terdakwa kasus manipulasi data atau dokumen palsu hasil pengeboran minyak mentah PT Pertamina EP tahun 2011-2015, terbukti bersalah melakukan tindak pidana.

Menurut majelis hakim, keempat terdakwa ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama dan berlanjut sebagaiman dakwaan Pasal 263 ayat 1 KUHP, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo 64 ayat 1 KUHP, yaitu menggunakan dokumen palsu.

Namun oleh majelis hakim, keempat terdakwa divonis dengan hukuman berbeda. Hukuman terberat dijatuhkan kepada Adianto Setia. General Manager PT Akal Golindo ini dihukum 4 tahun penjara, lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adianto Setia selama 4 tahun,” ucap Kakim Ketua Syafrizal membacakan putusan dalam sidang yang digelar secara virtual, Rabu (19/1/2022).

Terdakwa Boy Ridhanto Zulkifli, Staf ahli PT Pertamina EP itu divonis 2 tahun 8 bulan. Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa dengan pidana selama 4 tahun. 

Sementara PH Levinshone dan Surono yang diajukan dalam satu berkas divonis berbeda. Surono yang dituntut dengan pidana 3,5 tahun, oleh majelis hakim divonis selama 2 tahun 4 bulan.

Sedangkan PH Levinshone dihukum paling ringan. Ia divonis dengan pidana penjara selama 8 bulan, lebih ringan 2 bulan dari tuntutan penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jambi.

Terhadap putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan menerima putusan ini. “Semuanya menerima putusan, kita juga menerima putusan ini,” ujar Rosmery, penasehat hukum PH Levinshone.

Para terdakwa kasus manipulasi data pengeboran minyak di Kenaliasam Bawah, Kota Jambi ini diduga merugikan Pertamina EP senilai Rp 56 miliar lebih. Kasus ini limpahan dari Kejaksaan Agung yang diterima dari penyidik Mabes Polri.

Kasus ini diusut setelah PT Pertamina EP melapor ke Mabes Polri. Penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh penyidik Bareskrim Polri.

Kasus ini berawal pada 1997 PT Western Akar Petroleum yang bergerak di bidang pengeboran minyak menandatangani kontrak bantuan teknis dengan PT Pertamina EP untuk masa kerja 20 tahun.

Pada 1999, PT Western Akar Petroleum menyerahkan pekerjaannya kepada PT Akar Golindo sebagai subkontraktor. Dari pengusutan terungkap bahwa PT Akar Golindo tidak memenuhi kewajibannya, namun mereka mengklaim biaya pekerjaan ke PT Pertamina EP.

Kasus ini awal terungkap dari hasil audit internal Pertamina EP 2015. Ditemukan data yang tidak singkron. Sehingga ditindaklanjuti dengan laporan ke Bareskrim Polri. 


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments