Kamis, 30 Juni 2022

Pembunuhan di Pasar Angsoduo Dilatarbelakangi Senggolan Gerobak

Minggu, 23 Januari 2022 | 08:11:26 WIB


Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi memberikan keterangan pers, Sabtu (22/1/2022) malam, terkait penangkapan pelaku pembunuhan di Pasar Angsoduo
Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi memberikan keterangan pers, Sabtu (22/1/2022) malam, terkait penangkapan pelaku pembunuhan di Pasar Angsoduo /

 JAMBI - Tim gabungan dari Polda Jambi, Polresta Jambi, dan Polres Muarojambi berhasil menangkap Debi (23), pelaku penikaman di Pasar Angsoduo, Kota Jambi yang menewaskan Amron (47).

Debi ditangkap di daerah Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Usai ditangkap, Debi langsung digelandang ke Mapolresta Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ditanyai wartawan, Debi mengaku pada saat bekerja membawa ikan milik pedagang Pasar Angsoduo, gerobaknya bersenggolan dengan gerobak korban. Saat itu, kata Debi, korban marah-marah sehingga ia tersulut emosi dan langsung mencabut pisau di pinggangnya.

"Saya kalau kerja selalu bawa pisau untuk jaga-jaga, karena saya pernah ditampar sama pedagang," kata Debi di Mapolresta Jambi, Sabtu (22/1/2022) malam.

Debi juga mengaku tidak kenal dengan korban. Ia mengaku melakukan penikaman secara sadar, tanpa ada pengaruh minuman keras. "Tidak ada dendam. Aku jugo dak kenal, ketemu baru itulah," katanya.

Terkait kasus ini, pihak kepolisian juga mengamankan Hanas (45), yang merupakan paman Debi. Hanas diamankan karena menyembunyikan dan membantu Debi kabur usai kejadian.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan penangkapan dilakukan di Provinsi Sumatera Selatan, tepatnya di Dusun 2 Rimbo Antui, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan sekira pukul 17.30 WIB.

"Tidak ada perlawanan saat diamankan," kata Eko kepada wartawan.

Eko menerangkan, korban dan pelaku merupakan buruh di Pasar Angsoduo. Antara keduanya terjadi keributan karena senggolan gerobak, diduga karena rebutan pekerjaan.

"Keterangan dari pelaku, awalnya ia dipukul oleh korban. Kebetulan pelaku membawa sebilah pisau yang terselip di pinggangnya, spontan melakukan penusukan terhadap korban," terang Eko.

Dari hasil visum diketahui ada empat luka tusukan yang diduga menjadi penyebab korban meninggal dunia. Luka tersebut terdapat di bagian perut, pinggang dan tangan. Selain itu, juga ada luka sayatan di jari korban.

Setelah melakukan pembunuhan tersebut, pelaku yang dibantu oleh pamannya melarikan diri ke daerah Tangkit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, dan seterusnya melarikan diri ke daerah Bayung Lencir.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan menyesalkan kejadian pembunuhan tersebut. Apalagi yang melatarbelakanginya masalah sepele.

"Kasus ini sepele. Kita sayangkan karena emosi sesaat korban meninggal dunia," kata Kaswandi.

Dikatakan Kaswandi, pelaku ditangkap tim gabungan saat bersembunyi di pondok yang berada di kebun milik kerabatnya di daerah Bayung Lencir.

"Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian," ujar Kaswandi.


Penulis: Novri/Ikbal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments