Selasa, 16 Agustus 2022

Pemuda Pancasila Protes Proyek APBN Banyak Bermasalah

Sorot Jembatan Parit Gompong dan Renovasi 16 SD di Bungo-Tanjab Barat

Rabu, 12 Januari 2022 | 08:01:02 WIB


Wabup Tanjab Barat Hairan meninjau lokasi pembangunan jembatan Parit Gompong yang bermasalah, September 2021
Wabup Tanjab Barat Hairan meninjau lokasi pembangunan jembatan Parit Gompong yang bermasalah, September 2021 / dokumentasi - Metrojambi.com

 JAMBI - Banyaknya proyek APBN yang bermasalah di Provinsi Jambi memancing kegusaran Pemuda Pancasila. Ketua MPW PP Provinsi Jambi Adri SH mendatangi langsung Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) untuk mengingatkan agar ke depan tidak salah pilih kontraktor.

“Pemuda Pancasila memantau langsung ke lapangan, tentang perkembangan dan serapan APBN 2020-2021 yang masih sangat minim,” ujar Adri di gedung BP2JK pada Senin (10/1) lalu. Dia datang berseragam lengkap PP bersama sejumlah anggotanya.

Dihubungi kembali Selasa (11/1), Adri menyebut bahwa pekerjaan proyek-proyek Kementerian Pekerjaan Umum melalui sejumlah balai di Provinsi Jambi banyak yang bermasalah. Dia menduga, permasalahan muncul karena “permainan” saat tender.

Karena itu, dia meminta Kementerian PU menginvestigasi dugaan permainan tersebut. Dia menyatakan sudah mengingatkan pelaksana lelang sejak dua tahun lalu. “Tetapi tidak berubah,” jelas pengacara kondang yang biasa disebut Panglima ini.

Pemuda Pancasila, lanjut Adri, menginginkan BP2JK melakukan perbaikan demi pembangunan di Provinsi Jambi. “Kami juga ingin Jambi ini maju, jangan ada lagi kasus-kasus korupsi di Provinsi Jambi,” ucapnya.

Sejumlah proyek yang bersumber APBN yang sempat menjadi sorotan di antaranya adalah pembangunan jembatan di Tabir dan Nalo Tantan di Kabupaten Merangin dan jembatan Parit Gompong di Tanjab Barat.

Jembatan Parit Gompong yang diprotes warga dan disorot Wabup Tanjab Barat Hairan itu dikerjakan oleh PT Jambi Energi Cemerlang dengan nilai Rp 18 miliar. Dalam pembangunan awal, proyek ini bermasalah pada pekerjaan opritnya sehingga menghalangi jalan warga.

Adri juga menyorot proyek renovasi dan rehabilitasi 16 sekolah di Kabupaten Bungo dan Tanjab Barat dengan nilai Rp 31 miliar. Lima di antara proyek SD di Bungo awalnya dikerjakan asal jadi sehingga dibongkar dan membuat penyelesaian proyek terlambat.

Rehab dan renovasi sekolah di Tanjab Barat dan Bungo dikerjakan oleh PT Karya Bersama Putra Mandiri. Selain di Bungo, pekerjaan proyek sekolah ini di Tanjab Barat juga dikabarkan sempat tersendat sehingga memperlambat keseluruhan pekerjaan.

Kepala BP2JK Dian Al Maruf dalam pertemuan dengan Pemuda Pancasila mengatakan bahwa pihaknya hanya pelaksana lelang. Soal pekerjaan di lapangan, tambahnya, bukan lagi kewenangan BP2JK.

Staf humas PT KBPM Rahman yang dikontak Metro Jambi belum memberikan penjelasan terkait pekerjaan rehab dan renovasi 16 SD di Bungo dan Tanjab Barat. 

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jambi Azna Legawaty tidak menjawab permintaan konfirmasi Metro Jambi. Dihubungi melalui pesan WhatsApp, Asna tidak merespons.

Juru bicara Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Maulana juga tidak membalas permintaan konfirmasi dari Metro Jambi. Demikian pula dengan juru bicara Balai Pelaksana Jalan Nasional Jambi Aan Marandius Umar.


Penulis: chy/mrj
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments