Rabu, 6 Juli 2022

Tiang Pondasi WFC Patah Ditabrak Kapal, Kerugian Diperkirakan Rp 100 Juta

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:30:06 WIB


Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) Ir. H. Agus Sanusi, M.Si meninjau Water Front City (WFC) dan menemukan satu pasak bumi jembatan penyangga yang miring dan rusak akibat ditabrak Kapal Motor (KM) Serba Guna GT 34, Jumat (21/1/2022) lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) Ir. H. Agus Sanusi, M.Si meninjau Water Front City (WFC) dan menemukan satu pasak bumi jembatan penyangga yang miring dan rusak akibat ditabrak Kapal Motor (KM) Serba Guna GT 34, Jumat (21/1/2022) lalu. / Eko Siswono/Metrojambi.com

KUALATUNGKAL - Tiang pondasi Water Front City (WFC) Kualatungkal patah setelah ditabrak Kapal Motor Serba Guna 1 pada Jumat (21/1/2022) lalu. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tanjab Barat memperkirakan kerugian mencapai Rp 100 juta.

Baca juga : Kapal Bermuatan Kelapa Tujuan Guntung Hantam WFC Kualatungkal

Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjab Barat Agus Sanusi mengatakan, hasil pengecekan ke lokasi ditemukan ada tiang yang patah. Agus mengatakan, dinas terkait telah diperintahkan untuk menindaklanjuti hal itu.

"Bupati juga minta cek semua tiang. Dikhawatirkan bergeser," kata Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, dari informasi yang ia dapat, pihak kapal bersedia memperbaiki jembatan itu. Tetapi, hal itu masih akan dirapatkan oleh tim gabungan. "Kabarnya pihak kapal setuju memperbaiki," ujarnya.

Baca juga : Sekda Tanjabbar Temukan Ada Tiang Penyangga WFC Rusak

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Tanjab Barat Apri Dasman mengatakan pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi kejadian.

"Kami masih melakukan perhitungan jumlah kerusakan tiang itu, diperkirakan untuk biaya perbaikan nya senilai Rp 100 juta. Bisa lebih, belum bisa dipastikan. Dalam waktu dekat akan kami laporkan hasilnya untuk segera dibahas bersama pihak yang bersangkutan (pemilik kapal, red)," kata Apri.

Adapun Kepala Dinas Perhubungan Tanjab Barat Samsul Juhari menerangkan bahwa dalam wakti dekat akan melaksanakan rapat koodinasi, saat ini kata dia, sedang menunggu rekomendasi dari dinas PUPR selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati untuk diambil langkah-langkah.

"Selesai perhitungan jumlah kerusakan itu kita akan adakan rapat bersama dinas PUPR, Disparpora, Dishub, KSOP dan agen kapal serta instansi terkaitlah untuk dibahas mengenai gantiruginya. Senin atau selasa nanti kita bahas,"kata Samsul.

Kadishub menegaskan, jembatan Titian Orang Kayo Mustika Rajo Alam pasca insiden patahnya tiang pondasi itu akan diberlakukan pembatasan pengunjung pada saat hari sabtu dan minggu serta mengurangi jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.

"Sudah kita buat imbauan untuk sabtu minggu pengunjung dibatasi apalagi kendaraan roda empat untuk melintasi jembatan, kami juga lagi menyiapkan portal penjagaan di pintu masuk WFC jadi kalo mobil mau ke WFC kita minta untuk parkir di luar," tegasnya.

"Ini kita lakukan agar tidak terjadi hal yang diinginkan karena dihari sabtu minggu maupun hari libur WFC selalu dipadati pengunjung mobil maupun kendaraan bermotor, makanya kita batasi dan ini sudah mulai diberlakukan." pungkasnya.


Penulis: Eko Siswono
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments