Minggu, 22 Mei 2022

Pemprov Jambi Dorong UMKM Urus Izin dan Sertifikasi Tanah Lokasi Usaha

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:15:47 WIB


Gubernur Jambi H Al Haris tengah meninjau pameran produk UMKM dan Koperasi yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi
Gubernur Jambi H Al Haris tengah meninjau pameran produk UMKM dan Koperasi yang digelar Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi / Istimewa

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah itu untuk mengurus perizinan usaha dan melakukan sertifikasi lahan lokasi usaha agar bisa mendapatkan akses bantuan keuangan.

"Kita imbau agar pelaku UMKM dapat mengurus izin usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan nomor Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi M Taufik, Rabu (26/1/2022).

Selain itu UMKM perlu melakukan sertifikasi terhadap bidang tanah tempat lokasi usaha. Tujuan mengurus izin usaha dan sertifikasi tanah tersebut agar UMKM bisa mendapatkan akses bantuan keuangan. Baik yang bersumber dari pemerintah maupun dari perbankan.

Dijelaskan Taufik, NIB PIRT dan izin usaha lainnya sudah menjadi persyaratan bagi UMKM untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik itu berupa bantuan keuangan maupun bantuan sarana dan prasarana penunjang usaha.

"Sebagian besar UMKM di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi sudah mengurus NIB dan PIRT tersebut, namun untuk UMKM di daerah baru mengurus izin usaha di Dinas Satu Pintu," kata M Taufik.

Di Provinsi Jambi terdapat 648 UMKM yang berada di bawah binaan Dinas Koperasi UMK Provinsi Jambi yang sudah memiliki NIB dan PIRT. Dari jumlah UMKM tersebut terdapat 123 UMKM yang sudah memiliki sertifikasi halal. Sementara 525 UMKM lainnya masih dalam proses sertifikasi halal di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM).

Di tahun 2022 Pemerintah Provinsi Jambi melalui program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) telah mengalokasikan bantuan keuangan untuk UMKM senilai Rp20 miliar. Bantuan tersebut di berikan kepada pelaku UMKM ibu-ibu, milenial dan wirausaha baru.

Untuk satu pelaku UMKM ibu-ibu mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta, dan untuk masing-masing pelaku UMKM milenial dan wirausaha baru mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta.

Tujuan diberikannya bantuan tersebut mendorong UMKM di daerah itu untuk lebih kompetitif, serta membantu UMKM untuk lebih berkembang.


Penulis: Antara
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments