Kamis, 11 Agustus 2022

Polisi Petakan Tiga Grup Geng Motor

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:58:57 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

JAMBI - Polresta Jambi memetakan tiga kelompok besar geng sepeda motor yang melakukan kejahatan bersenjata tajam. Mirisnya, sebagian besar mereka masih anak-anak dan remaja –ada yang masih 13 tahun.

Dalam dokumen yang beredar di kalangan wartawan dan didapat Metro Jambi, ketiga kelompok besar itu adalah Geng Motor Kenali Asam; Geng Motor Simpang Rimbo dan Pulau Pandang; serta Geng Motor Lorong Jahit, Legok, Murni dan Telaga.

Baca juga : Kedapatan Buat Senjata Tajam Diduga untuk Aksi Kejahatan, Sejumlah Pemuda Diamankan

“Jadi sebenarnya polisi sudah memiliki nama-nama para berandal remaja ini,” ujar seorang sumber di kepolisian, Senin (24/1). Sepertinya, lanjut sumber ini, polisi sudah melakukan pendekatan persuasif dan preventif, namun para anggota geng motor itu masih saja meresahkan.

Rombongan Kenali Asam diketahui memiliki 10 anggota, di antaranya adalah siswa SMP berusia 14 tahun dan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jambi. Ada yang masih menimba ilmu di SMK dan SMA, ada yang putus sekolah.

Baca juga : Wakapolda Jambi Instruksikan Anggota Tindak Tegas Geng Motor

Di antara anggota kelompok itu, ada yang sudah meninggal dunia, ada pula yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Intelijen polisi bahkan mengetahui alamat dan nomor kontak para anggota geng tersebut.

Aksi brutal brandalan geng motor di Kota Jambi kian menjadi-jadi dalam beberapa bulan ini. Kasus terakhir terjadi di Taman Jomblo, Minggu (23/1) dinihari. Satu orang menjadi korban, yakni Reka Alpharichi (17),  dengan luka bacok di kepala  karena sabetan pedang.

Sebelumnya, Rabu (19/1), sekitar pukul 22.30 WIB, tiga perempuan, yakni Titin, Meta, dan Elin, menjadi korban begal bermotor di Jalan Kiai Haji Ismail, Mayang Mangurai, Alam Barajo. Saat itu, ketiga perempuan itu sedang berteduh di Masjid Thoriqotul Jannah, Jalan KH Ismail Malik.

Pekan sebelumnya, yakni Sabtu (16/1), kawanan geng motor brutal bersenjata tajam memburu, membacok dan menghajar korbannya di sebuah warung sate di Simpang Mayang. Korbannya diketahui bernama M Nugie Hendrian (18). Sejumlah pelaku ditangkap.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan, geng motor ini bermacam macam motif. “Ada yang didasari kenakalan remaja, yang hanya mencari sensasi, mencari perhatian biar dibilang hebat,” ujar Kaswandi, Minggu (23/1).

Menurut Kaswandi, peristiwa di Taman Jomblo murni pembegalan. “Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Semoga saja pelaku cepat tertangkap. Bila tertangkap, akan kita proses hukum walaupun masih di bawah umur,” ujarnya.

Dia mengatakan, kini polisi melakukan patroli rutin di daerah rawan untuk mengantisipasi aksi brandal para geng motor ini. “Saya sudah kerahkan seluruh unit reskrim agar patroli setiap saat,” katanya.

“Saya berharap orang tua memantau aktivitas anak di rumah. Jangan dibiarkan keluyuran di malam hari,” tambahnya.


Penulis: mrj/nov
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments