Sabtu, 2 Juli 2022

Pemerintah Harus Segera Bertindak Atasi Persoalan Minyak Goreng

Kamis, 24 Februari 2022 | 07:17:42 WIB


Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory saat melakukan sidak ke salah satu produsen minyak goreng
Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory saat melakukan sidak ke salah satu produsen minyak goreng /

 JAMBI – Sejak beberapa pekan terakhir, minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok rumah tangga yang sulit didapat. Kalaupun ada, harga jual minyak goreng melambung tinggi.

Sulitnya minyak goreng di pasaran mendapat perhatian dari anggota DPRD Provinsi Jambi Rocky Candra. Ia meminta Pemerintah Provinsi Jambi segera bertindak menangani persoalan ini.

Menurut Rocky, langka dan tingginya harga minyak goreng di Provinsi Jambi, memungkinkan ada pedagang atau oknum tertentu yang nakal.

“Saya rasa kelangkaan ini ada sindikat yang memainkannya, untuk melakukan penimbunan minyak goreng,” ujarnya.

Menurut Rocky, seharusnya ada data dan fakta valid yang harus dicari pemerintah, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi.

Rocky juga meminta aparat penegak hukum serta Satgas pangan Provinsi Jambi harus bergerak.

“Sindikat ini harus dibongkar, agar masyarakat bisa terbantu dengan bahan pokok yang ada saat ini. Pemerintah harus bekerja lebih keras,” sebutnya.

Bukan hanya pada distibutor saja, pemerintah juga harus melakukan pengecekkan di mall, swalayan serta toko-toko yang menjual minyak goreng.

“Karena di luar Jambi sudah ada kasus seperti ini, jadi pemerintah dan penegak hukum harus bergerak cepat,” jelasnya.

Menghadapi kelangkaan minyak goreng ini pemerintah juga harus melakukan trobosan. Pasalnya, Provinsi Jambi sebagai pemasok sawit cukup besar di Indonesia, seharusnya bisa digunakan untuk intervensi pasar.

“Supaya nanti minyak goreng ini normal kembali dengan memanfaatkan produksi sawit sendiri. Karena ini juga imbauan dari Menteri Perdagangan, untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng,” beber Rocky.

Dinas Perdagangan Provinsi Jambi sendiri terus melakukan operasi pasar murah untuk mencegah terjadinya kelangkaan minyak goreng.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Harmadeli mengatakan, operasi pasar ini akan terus dilakukan.

“Kita juga membantu masyarakat untuk mempermudah dalam mencari minyak goreng, dengan operasi pasar murah yang kita lakukan. Tapi tergantung stok minyak yang kita punya,” ujarnya, Rabu (23/2/2022).

Operasi pasar ini akan kembali di gelar di beberapa wilayah yang ada di Kota Jambi. “Kita tetap menjual harga minyak goreng Rp 14 ribu perliternya,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory sempat berang saat sidak di gudang milik Alfamart di Jalan Lintas Jambi-Palembang, KM 13, Muaro Jambi, Minggu (20/2/2022) siang.

Pasalnya pihak pengelola lebih mendahulukan minyak dari wilayah Palembang, Medan serta Jakarta.

Menurut Christian, di Jambi sudah ada pabrik lokal yang mengolah langsung dan dapat memenuhi kebutuhan di Jambi. Hal itu membuat stok minyak di sejumlah ritel Alfamart kosong.

"Kita mendapat informasi bahwa disalah satu ritel ada kelangkaan minyak goreng, kemudian kita telusuri, ternyata yang mensuplai ke ritel tersebut gudangnya ada di Alfamart," ujarnya.

Penanggungjawab gudang di Alfamart kemudian dipanggil dan langsung berkonsultasi dengan produsen minyak lokal yang ada di Talang Duku.

"Mereka mengaku suplai minyak didatangkan dari luar Jambi, sedangkan produksi lokal ada malah tidak diambil," bebernya.

"Jambi ini punya pabrik minyak goreng, Alfamart bisa ambil dari lokal, dan penanggungjawab Alfamart setuju 2 ribu karton untuk disuplai dan mudah-mudahan kelangkaan minyak goreng ini bisa diatasi," sebutnya.

Berbeda dengan Indogrosir di lingkar Selatan Kota Jambi, kelangkaan minyak goreng tidak ada sama sekali. Pihak Indogrosis, hanya saja membatasi jumlah pembelian demi mengantisipasi kelangkaan minyak goreng.


Penulis: Pratiwi Resti Amalia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments