Rabu, 8 Februari 2023

Kawasan Kumuh di Sarolangun Tiga Tahun Puasa Bantuan

Selasa, 01 Maret 2022 | 19:30:28 WIB


M Dahlan
M Dahlan / Metrojambi.com

 SAROLANGUN - Kawasan pemukiman kategori kumuh di Kabupaten Sarolangun masih terbilang cukup banyak. Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Sarolangun mencatat, penyebaran terdapat di setiap kecamatan.

Kabid Kawasan Pemukiman Perkim Kabupaten Sarolangun M Dahlan mengatakan, kategori kumuh dapat dilihat dari ketidakteraturan pembangunan oleh masyarakat.

"Jadi mungkin di sana pembangunannya masih amburadul, kemudian drainasenya tidak ada, jalannya masih becek," kata Dahlan, Selasa (1/3/2022).

Dahlan menjelaskan, mulai dari tahun 2019 lalu pihaknya tidak lagi dapat mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi ataupun ke pemerintah pusat dikarenakan pendataan mewajibkan satu rumah satu data.

Menurutnya, swakelola yang biasa dilakukan itu tidak bisa lagi digunakan saat masa sejak tahun 2019 tersebut. "Jadi harus hasil penelitian semacam konsultan, ada yang bertanggungjawab dan itu memiliki hasil penelitian," ujarnya.

Masih dikatakan Dahlan, mekanismenya nanti akan berupa satu rumah dan luasan desa atau kelurahan yang akan dikatagorikan.

"Kalu dulu kita pedomannya melalui SK Bupati, jadi kita lihat melalui kasat mata kalau ini masuk kawasan kumuh karena drainase dan jalan tidak bagus makanya kita usulkan," jelasnya.

Selain itu, Dahlan mengaku untuk ditahun 2020 dan 2021 lalu pihaknya juga tidak mengajukan pendataan karena terkendala anggaran yang mengalami pengurangan.

"Tetap ada (di seluruh Kecamatan, red), daerah di pinggir-pinggir sungai itu rata-rata rusak. Kendala karena rumah terlalu dekat dengan aliran sungai sehingga tidak dapat bantuan," tambahnya.

Sementara itu, untuk tahun 2022 ini pihaknya tetap akan mengajukan beberapa agar mendapat bantuan stimulan atau semacamnya guna mengurangi kekumuhan di Sarolangun.


Penulis: Mario Dwi Kurnia
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments