Selasa, 28 Juni 2022

Saat Reses, Pimpinan Dewan Sebut Rusia Vs Ukraina

Jumat, 04 Maret 2022 | 14:16:21 WIB


/ istimewa

BANGKO - Bertempat di Desa Mudo, Kecamatan Bangko, Jumat (4/3/2022), DPRD Merangin menggelar kegiatan reses. Di tengah acara, tiba-tiba pimpinan DPRD Merangin menyebut Ukraina vs Rusia.

Usai kegiatan yang berlangsung di lapangan sepakbola desa setempat, Ahmad Kausari Ibrahim, Wakil Ketua DPRD Merangin menjelaskan pada awak media mengenai apa yang ia sebutkan itu.
 
“Ukraina tadi saya sampaikan itu, kita tidak tahu perkembangan global saat ini. Apabila terjadi skenario terburuk seperti yang kita baca di media sosial, videonya itu, kita takut imbasnya ini hendaknya jangan sampai ke negara kita,” katanya soal tiba-tiba bicara Ukraina vs Rusia.

Karena jika sampai meluas dan sampai ke Indonesia, tentu akan merusak upaya negara yang tengah berjuang memperbaiki ekonomi dari pandemi.
 
Sejauh ini memang, dampak ekonomi tengah berlangsung dari sekutu barat pada Rusia. Mulai dari sanksi pada jaringan perbankan, pembatasan operasi perusahaan sampai pada internet.
 
Tidak hanya itu, ada juga sanksi dari olahraga mulai dari FIFA dan UEFA, kemudian otomotif sampai merembet ke Belarus yang dilarang ikut Beijing 2022.

“Dengan adanya perang-perang, nanti akan ada imbasnya ke Indonesia. Itu aja yang kita khawatirkan,” katanya.
 
Dampak global inilah yang menjadi kekhawatiran politisi PAN itu. Berkaca dari dampak global, pandemi Covid-19 telah mengerus ekonomi dan berdampak pada APBD Merangin tahun ini.

Akibatnya, daya pembangunan daerah makin melemah dengan pemangkasan anggaran kembali pada tahun 2022 ini. APBD Merangin dari 1,4 Triliun tinggal 1,2 Triliun untuk tahun 2022.

Konflik Ukraina Vs Rusia sejauh ini berdampak pada ekspor gandum. Sejumlah bahan pokok bakal melonjak dari kebutuhan 2,9 juta ton gandum dari Ukraina.

Lantas, bagaimana menurut Kausari sikap Indonesia sebaiknya, mendukung Ukraina atau Rusia? “Sebaiknya Indonesia ini menurut sayo, kita menyikapi netral lebih baik,” tandasnya.


Penulis: (*)
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments