Sabtu, 2 Juli 2022

Antre 5 Jam Dapat 1 Kg

Harga Minyak Goreng Naik 100 Persen

Selasa, 08 Maret 2022 | 07:42:13 WIB


Warga mengantre minyak goreng di salah satu minimarket di Kabupaten Bungo
Warga mengantre minyak goreng di salah satu minimarket di Kabupaten Bungo / Metrojambi.com

 MUARABUNGO - Walau pemerintah menjamin persedian minyak goreng di Provinsi Jambi, antrean pembeli terus mengular di toko-toko dan swalayan. Di Bungo, sepanjang Senin (7/3),  ibu-ibu antre berjam-jam walau hanya kebagian 1 liter minyak goreng.

“Sayo ngantre lima jam hanya untuk beli 1 liter minyak goreng. Saya Cuma beli untuk masak di rumah, tapi sesulit ini,” keluh Zaenab, warga Muarabungo kepada Metro Jambi, Senin (7/3). 

Zaenab mengatakan, banyak warga antre karena ada isu minyak goreng langka. Mereka juga berbondong-bondong menyerbu toko untuk mendapat minyak goreng seharga Rp 14 ribu per liter karena di toko lain mencapai Rp 28 ribu per liter.

Di salah satu swalayan, terlihat puluhan emak-emak mengantre berjam-jam dan berpanas-panasan untuk mendapatkan minyak goreng kemasan 1 liter dan 2 liter. Keributan terjadi karena ada warga mengantre lama malah tidak kebagian.

Ada pula protes emak-emak karena melihat emak-emak lainnya memperoleh minyak goreng lebih banyak. “Ada yang dikasih 2 liter. Kami yang ngantre lama hanya mendapat 1 liter,” ujar Zaenab dengan nada kesal.

Ia berharap pemerintah menstabilkan kembali harga minyak goreng dengan satu harga agar masyarakat tenang dan tidak memborong. Dia kesal karena kalau membeli di toko lain bisa mencapai Rp 28 ribu per liter. 

Seorang karyawan Alfamart di Jalan Sultan Thaha Muarabungo menyatakan bahwa stok minyak goreng selalu habis dalam sehari. Katanya, dalam sepekan minyak goreng datang sebanyak tiga kali, yakni hari Senin, Rabu dan Jumat.

“Setiap minyak goreng yang datang tidak pernah sampai ke rak. Selalu habis diserbu emak-emak," pungkasnya.

Pemkab Bungo sendiri memastikan ketersediaan minyak goreng di daerah itu aman. Kepala Disperindagkop Bungo Supriadi mengatakan bahwa jumlah komsumsi masyarakat dengan distribusi sudah sepadan.

Hanya saja, tambah dia, sebagian warga khawatir tidak kebagian, yang berujung pada antrean panjang. Padahal, tambah Supriadi, minyak yang ada di gudang mencukupi.

“Di setiap gudang kami cek minyak goreng ada dan terus dikeluarkan, jadi sebenarnya stok kita cukup,” tegasnya.

Disperindagkop telah melakukan operasi pasar untuk mencukup kebutuhan minyak goreng murah masyarakat. “Kemungkinan ibu-ibu membeli sekali banyak untuk stok menyambut Ramadhan,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan, kebutuhan minyak goreng di Bungo sebanyak 374 ton per bulan. Di sejumlah gudang, stok bervariasi dari 12 ton hingga 15 ton. Pasokan datang tiga hari sekali.

Namun, Pemkab Bungo tetap mengajukan penambahan sebanyak 374 ton. “Nanti setelah selesai kita melobi ke Jambi, kita akan lakukan operasi pasar bersama Bupati,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah banyak yang membuat stok menipis.

Ditanya soal indikasi penimbunan, dia mengatakan belum menemukan adanya oknum-oknum yang melakukan itu di Bungo.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Sarolangun, Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengakui adanya warga “nakal” yang memborong minyak goreng.

“Dia beli banyak-banyak dan disimpan di rumahnya, sehingga masyarakat lain tidak kebagian. Dari diskusi kami dengan masyarakat dan distributor, penyebabnya adalah panic buying,” kata Rachmad saat meninjau pasar murah minyak goreng di Singkut, Minggu (6/3).

Dia meminta masyarakat tidak khawatir dengan ketersediaan minyak goreng sebab di Jambi sendiri ada dua pabrik yang memproduksi 140 kiloliter minyak goreng setiap hari. Dengan jumlah tersebut, kata Rachmad, stok minyak goreng di Jambi aman.


Penulis: mii
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments