Kamis, 11 Agustus 2022

Ketua BKMT Jambi Dipolisikan Gara-gara Sebut Pengurusnya ‘Preman’

Rabu, 09 Maret 2022 | 07:16:12 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi /

 JAMBI - Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Provinsi Jambi Mualimah Radiana dilaporkan ke polisi atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Kasus ini dilaporkan oleh Endang Kuswardani, salah satu pengurus BKMT.

Laporan diajukan Endang sejak lama, yakni 13 Februari lalu. Sejumlah saksi telah diperiksa,  termasuk  Endang yang selama ini juga dikenal sebagai advokat dan politisi Partai Demokrat.

Kepada Metro Jambi, Endang menyatakan membuat laporan karena Mualimah Radiana menyebutnya “preman”.

Katanya, hal itu diucapkan Mualimah saat memberi sambutan dalam acara BKMT pada 12 Februari 2022. Acara itu dihadiri oleh lebih kurang 30 peserta.

“Ada dua kali menyebut saya preman. Itu disebutkannya dalam sambutan dengan nada tinggi, seolah memberikan penegasan dan membangun stigma kepada peserta yang hadir bahwa Endang itu preman,” katannya, Selasa (8/3).

Endang sendiri tidak hadir di acara itu karena sedang mengikuti acara yang dihelat Kongres Advokat Indonesia Jambi. Namun, dia mengaku mendapat bukti rekaman ucapan Mualimah.

“Saya mendengar rekaman itu. Ada dua kali diucapkan. Karena tidak terima, besoknya (Minggu, 13/2), saya langsung buat laporan ke Polresta Jambi,” kata Endang yang di BKMT Provinsi Jambi tercatat sebagai pengurus bidang hukum dan HAM.

“Saya merasa dirugikan,” tambahnya. Atas laporannya, Endang mengaku telah dipanggil untuk memberikan keterangan dan telah di-BAP.  

Lebih lanjut Endang mengatakan bahwa dia tidak bermasalah dengan Ketua BKMT. Hanya saja, dia pernah mempertanyakan penggunaan dana hibah dari Pemprov Jambi ke BKMT sebanyak Rp 150 juta.

“Saya mempertanyakan itu karena dana hibah itu tidak jelas. Penggunaannya tidak melibatkan kita sebagai pengurus. Jadi saya pertanyakan itu,” tambah Endang.

Mualimah Radiana yang dihubungi Metro Jambi menyebut kasus ini sengaja dipolitisasi oleh sebagian pihak yang ingin menduduki kursi Ketua BKMT Provinsi Jambi. “Saya dipolitisir oleh rival saya, saya dijebak,” ujarnya, Selasa (8/3) malam.

“Endang ini terprovokasi oleh senior di BKMT, yakni Siti Sukarni. Dia sengaja merekam sewaktu saya memberikan pembinaan. Rekaman itu dibawa oleh Nursiah, waka bidang hukum, dan Zudiah,” katanya.

Diakuinya, Endang pernah memprotes iuran bulanan BKMT Provinsi Jambi sebesar Rp 30 ribu. “Endang menyebut, tidak perlu lagi ada iuran karena sudah ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi,” jelasnya.

Mualimah mengaku sempat tersudut oleh beberapa pengurus yang mempertanyakan soal dana tersebut dalam suatu rapat. Padahal, sebelumnya dia telah memaparkan peruntukan dan penggunaan bantuan itu.

“Saya merasa kala itu duduk dikursi pesakitan. Saya diadili dan orang menyaksikan semua, mereka mempermalukan saya,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jambi ini.

Ditanya apakah dia sempat melontarkan kata-kata “preman” yang mengarah ke Endang, dia tidak menampiknya.

“’Ini lembaga dakwah, bukan lembaga 'preman,’ memang saya bilang begitu. Namun perlu diingat, ini hanya pembinaan internal kami dan bukan untuk diekspose,” pungkasnya.


Penulis: ria/chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj


TAGS:


comments