Selasa, 28 Juni 2022

Warga Diminta Tidak Membangun Rumah di Kawasan Rawan Longsor

Selasa, 29 Maret 2022 | 14:29:58 WIB


Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyunugroho bersama anggotanya dan petugas PUPR saat membersihkan material longsor di kawasan perbatasan Sungaipenuh - Tapan / ANTARA/HO
Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyunugroho bersama anggotanya dan petugas PUPR saat membersihkan material longsor di kawasan perbatasan Sungaipenuh - Tapan / ANTARA/HO / dok/metrojambi.com

SUNGAIPENUH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sungaipenuh, meminta warga tidak membangun rumah tinggal di wilayah yang rawan longsor.

Kepala BPBD Sungaipenuh Abrardani menghimbau warga untuk tidak tinggal di kawasan yang rawan bencana, untuk menjaga keselamatan warga.

"Tingkat kesadaran warga untuk tidak tinggal di daerah rawan masih kurang, karena kami masih sering menjumpai rumah-rumah baru yang dibangun di kawasan rawan longsor," katanya, Selasa (29/3).

Ia mengharapkan kepada aparat desa, orang adat dan tokoh masyarakat harus memahami kondisi desa yang rawan, agar bisa membuat kebijakan untuk tidak membangun di daerah yang rawan longsor dan daerah serapan air.

"Kita minta juga dengan para pemangku kepentingan, agar bisa mensosialisasikan kepada warganya, mana saja lokasi yang rawan, dan tidak boleh dibangun," tambahnya.

Untuk mencegah agar warga tidak membangun rumah di kawasan tanah longsor seperti di lereng-lereng perbukitan, BPBD sudah sering melakukan sosialisasi tentang potensi bencana dan bagaimana kewaspdaannya.

"Kami tidak memantau pertumbuhan rumah tinggal baru yang dibangun di wilayah tanah longsor, namun ketika melakukan sosialisasi tentang kebencanaan tidak jarang ada rumah baru di kawasan longsor itu," katanya.

Berdasarkan data hasil kajian BPBD, terdapat 7 desa di wilayah Kota Sungaipenuh yang rawan tanah longsor saat musim hujan, sehingga warga yang tinggal di kawasan bencana diharapkan turut aktif mendeteksi potensi bencana.


Penulis: Dedi Aguspriadi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments