Kamis, 29 September 2022

Siap-Siap Berangkat Haji, Pemprov Buka Lelang Pengadaan Jasa Transportasi Rp 17 M

Prioritas Jemaah 2020 yang Tertunda karena Covid-19

Rabu, 06 April 2022 | 07:26:30 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Walau belum ada kepastian dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi tetap mempersiapkan rencana keberangkatan jamaah haji musim 1443 H. Salah satu yang menjadi perhatian adalah transportasi dari Jambi ke bandara keberangkatan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Mukhtamar Hamdi yang dihubungi Metro Jambi pada Selasa (5/4) menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan proses lelang penyediaan jasa transportasi haji. 

“Kita akan lakukan proses lelang transportasi bagi jemaah haji. Kita siapkan jauh-jauh hari agar jangan sampai sudah ada pengumuman haji dari pusat, kita belum lelang,” katanya.

Katanya, Kerajaan Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah akan membuka pintu bagi jemaah haji dari luar negeri untuk musim haji 1443 H ini. Andaikan tetap belum dibuka, lanjut dia, penyediaan jasa angkutan bisa ditunda tahun depan.

“Atau disesuaikan nanti dengan kesepakatan,” jelasnya. Untuk pengadaan transportasi ke embarkasi pemberangkatan jemaah haji  tersebut sudah disediakan anggaran sebesar Rp 17 miliar.

“Dananya dari APBD murni. Sekarang kita menunggu pengumuman dari pusat, terkait kepastian pelaksanaan ibadah haji tahun ini,” tambah Mukhtamar. Selama ini, jemaah haji asal Jambi diberangkatkan melalui embarkasi Batam.

Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi sendiri masih berstatus embarkasi antara. Beberapa bulan setelah dilantik pada 2021, Gubernur Jambi Al Haris pernah menjanjikan untuk memperjuangkan agar Sultan Thaha Saifuddin menjadi embarkasi penuh.

Dengan embarkasi penuh, maka pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya pengangkutan jemaah dari Jambi ke Batam yang selama ini berkisar antara Rp 17-18 miliar. Namun, tentu saja harus didukung kesiapan Asrama Haji dan runaway bandara untuk pesawat besar.

Jumlah jemaah haji Provinsi Jambi yang diberangkatan ke Tanah Suci Mekah pada 2019 mencapai 3.261 orang. Tahun sebelumnya, jumlah yang diberangkatan sebanyak 2.897 jemaah. Pemberangkatan terhenti sejak 2020 karena pandemi Covid-19.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi juga tengah menunggu keputusan dari Arab Saudi terkait kepastian dibukanya kembali musim haji 1443 H.

Kasi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Kanwil Kemenag Provinsi Jambi M Bafadhal menyampaikan, bila Arab Saudi membuka pintu bagi jemaah haji luar negeri, maka prioritas keberangkatan adalah jemaah yang seharusnya berangkat pada 2020.

Dia mengingatkan, jemaah yang akan berangkat adalah mereka yang telah melunasi biaya hajinya. “Keberangkatan 2020 lalu yang tertunda akibat pandemi, ada sebanyak 2.878 orang,” ujar Bafadhal.

Walau belum ada kepastian, kata Bafadhal, pihaknya juga melakukan persiapan-persiapan. Antara lain, mendata ulang paspor para calon jemaah. “Kami akan mengecek lagi paspor yang mulai expired. Akan kami cross check ini,” tutupnya.


Penulis: chy
Editor: Ikbal Ferdiyal/mrj



comments